Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
WAJAH ISLAM DI BANDAR JALUR SUTERA (Kajian Sejarah Sosial Pada Kesultanan Tidore-Maluku Utara)
Corresponding Author(s) : Muhammad Rais
Al-Qalam,
Vol. 16 No. 2 (2010)
Abstract
Riset ini menggunakan teknik penjaringan data sejarah secara konvensional dan kajian pustaka sebagai data primer
(utama) menganalisis sumber-sumber tertulis, seperti kronik-kronik dan manuskrip-manuskrip klasik, buku-buku sejarah,
artikel sejarah, artefak, dan dokumen sejarah sementara sumber data sekunder yang terdiri dari dua cara, yaitu wawancara
mendalam (indepth interview) dengan informan utama dan observasi.
Dalam konteks lslamisasi di Kesultanan Tidore, ditemukan beberapa leoriyang mengkonstruk data-data terkait, diantaranya: Teori
Arab-meminjam istilah Ahmad Mansur (12 Rabiul Awal 502 Hatau 12 April 1108 M) dibawa oleh empat orangsyekh, Syekh Mansur
di Pulau Ternate, Pulau Halmahera dan sekitarnya, Syekh Yakub dengan wilayah syiar Pulau Tidore, Pulau Makian dan sekitarnya,
Syekh Amin dan Syekh Umar melakukan syiar Islam di Pulau Halmahera. Kedua, Teori Persia sesuai keterangan Muhammad Jafar
Shadiq bahwa Islam telah eksis di Maluku pada abad ke-13: Kedga, Teori Jawa, Jusuf Abdurrahman mengemukakan bukti sejarah,
bahwa pada abad ke-14, tepatnya tahun 1465 M, dibawa muballigh bernama Datuk Maulana Husein sudah datang di Ternate dan
mengajarkan al-quran, Keempat, Teori Gujarat, teori ini digagas oleh Snaouck Hurgronje. Kelima, Teori Cina, berdasarkan hasil
interview dengan Adnan Amal, yang menganggap bahwa Jafar Shadiq yang dimaksudkan banyak kalangan di Maluku Utara
sebagai orangArab keturunan Rasulullah SAW. lslamisasi di Kepulauan Tidore dengan tipologi islamisasipola kombinasi antara
integratif dan dialog seperti belaku di Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur, Kedatangan dan penerimaan Islam berimplikasi
pada perbahan-perubahan pada semua lini kehidupan sosial.