Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
EXPRESSION OF RELIGION AND CULTURE OF KASEPUHAN CISUNGSANG CUSTOMARY COMMUNITY AT A PROCESSION OF PANTUN RECITATION OF RADEN GALUH PAKUAN PAJAJARAN IN THE SEREN TAUN CEREMONY
Corresponding Author(s) : Mahmudah Nur
Al-Qalam,
Vol. 27 No. 1 (2021)
Abstract
Traditional pantun is one of series of events that still carried out in the Seren Taun ceremony in the Kasepuhan Cisungsang customary community. Pantun has a very important function for the customary community of Banten in particular and the Sundanese in general, which as a medium of communication, traditional knowledge of customary community, and a means of ritual as well. This study identified the forms of religious and cultural expressions in the traditional pantun tradition. This descriptive study employed qualitative data which aims to describe the form of acculturation of religion and culture in the pantun tradition. The folklore approach was used to analyze the story of pantun which is the focus of the discussion and related it to the cultural background of the Kasepuhan Cisungsang customary community. This study shows that the procession series of Seren Taun ceremony in Kasepuhan Cisungsang, plays a very important role in integrating the complex differences of view among modern society. Traditional pantun in a series of Seren Taun events become a source of knowledge and cultural expression of Kasepuhan Cisungsang customary community in order to maintain their traditions. The story of the RGPP pantun developed in the Cisungsang customary community is a real picture of their cosmology of life harmony with the natural environments, social and cultural environment.
Keywords
- Abdulwahid, idat. 1986. Aspek Filosofis Cerita Pantun Mundinglaya Di Kusuma. Bandung: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
- Adimihardja, Kusnaka. 1992. Kasepuhan Yang Tumbuh Di Atas Yang Luruh : Pengelolaan Lingkungan Secara Tradisional Di Kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Bandung: Tarsito. https://catalog.hathitrust.org/Record/010172373.
- Baedhawy, R.A, and N Wahyudin. 2013. Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Masyarakat Baduy Dan Kasepuhan Cisungsang. Serang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten.
- Danandjaja, James. 2015. “Pendekatan Folklor Dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan.†In Metodologi Kajian Tradisi Lisan, Edisi Revisi, 542. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
- Danasasmita, Saleh. 1983. Sejarah Bogor Volume 1. Bogor: Pemerintah daerah Kotamadya DI II.
- Danasasmita, Saleh, and Dkk. 1987. Sewaka Darma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung : Transkripsi Dan Terjemahan. Bandung: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi), Direktorat Jenderal Kebudayaan.
- Dienaputra, Reiza. 2003. “Kebudayaan Sunda: Antara Mitos Dan Realitas.†In Menggugat Budaya Sunda: Persfektif Periferal. Yogyakarta.
- Ekadjati, Edi S. 1995. Kebudayaan Sunda (Suatu Pendekatan Sejarah). Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
- Fadillah, Moch. Ali. Dkk. 2015. “Mengenal Masyarakat Adat Banten Kidul: Mokaha Urang Cisungsang.†Serang: Penerbit Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Banten.
- Guillot, Claude. 2008. Banten: Sejarah Dan Peradaban Abad X-XVII. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Ecole Francaise d’Extreme-orient (EFEO), dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.
- Havelock, Eric A. 1986. The Muse Leams to Write: Reflections on Orality AndLiteracy from Antiquity to the Present. New Haven: Yale University Press. https://doi.org/10.1093/nq/ns-34.4.512.
- Humaeni, Ayatullah. 2018. “Ritual Seren Taun Di Kasepuhan Cisungsang Lebak Banten.†In Nilai-Nilai Budaya Dan Agama Dalam Tradisi Ritual Masyarakat Di Indonesia Bagian Barat. Jakarta: Balai LItbang Agama Jakarta.
- Iswanto, Agus. 2016. “Nilai-Nilai Keagamaan Dan Kerukunan Dalam Tradisi Warahan Di Lampung.†In Nilai-Nilai Keagamaan Dan Kerukunan Dalam Tradisi Lisan Nusantara, 286.
- Iswanto, Agus. 2017. “Building Harmony Through Religious Reception In Culture: Lesson Learned From Radin Jambat Folktale Of Lampung.†Analisa Journal of Science and Religion 2 (2): 182–97.
- Kartini, Tini. dkk. 1980. “Struktur Cerita Pantun Sunda.†Bandung.
- Kartini, Tini. dkk.. 1984. “Struktur Cerita Pantun Sunda: Alur.†Bandung.
- Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi 1. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
- Malik, Abdul. 2016. Berjuang Menegakkan Eksistensi. Banten: Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Banten.
- Miharja, Deni. 2015. “Deni Miharja, Sistem Kepercayaan Awal......,†19–36.
- Permana, R. Cecep Eka. 2008. “Pantun Baduy Pengukuh Tradisi Inti Jagat.†In Seminar Internasional Tradisi Lisan Nusantara (Lisan VI), 1–13. Sulawesi Tenggara: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
- Pudentia MPSS. 1992. Transformasi Sastra : Analisis Atas Cerita Rakyat " Lutung Kasarung ". Jakarta: Balai Pustaka.
- Purnama, Yuzar. 2005. Tradisi Lisan : Carita Pantun Panggung Karaton Pada Masyarakat Situraja Sumedang. Bandung: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
- Purnama, Yuzar. 2016. “Kajian Nilai Budaya Dalam Carita Pantun Sawung Galing.†Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya 8 (2): 187. https://doi.org/10.30959/patanjala.v8i2.72.
- Rosadi, Muhammad. 2017. “Nilai-Nilai Pendidikan Agama Dalam Cerita Pantun Sri Sadana/Sulanjana.†In Nilai-Nilai Pendidikan Agama Dalam Cerita Rakyat Daerah, 139. Jakarta: Balai Litbang Agama Jakarta, Kementerian Agama.
- Rosidi, Ajip. 1996. Kesusastraan Sunda Dewasa Ini. Cirebon: Tjupumanik.
- Rusyana, Yus. 1970. Bagbagan Puisi Mantra Sunda. Bandung: Proyek Penelitian Pantun dan Foklor Sunda.
- Rusyana, Yus. 1984. Panyungsi Sastra : Pengajaran Sastra Sunda Pikeun Murid Sakola Lanjutan [Wor. Bandung: Gunung Larang.
- Sudjamza, Aji Permana. 2006. “Pantun Buhun Giriwangi Di Desa Baros Kecamatan Arjasari Banjaran Kabupaten Bandung.†Sekolah Tinggi Seni Indonesia Jurusan Karawitan.
- Suryadi, Dkk. 1995. “Dimensi Tradisi Lisan Dalam Upacara Kwangkay : Puncak Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq.â€
- Tarobin, Muhammad. dkk. 2017. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Dalam Cerita Rakyat Daerah. Jakarta: Balai Litbang Agama Jakarta, Kementerian Agama.
- Tarobin, Muhammad. 2016. “Nilai Keagamaan Dan Kerukunan Dalam Teater Rakyat ‘Mendu’ Di Natunan.†In Nilai-Nilai Keagamaan Dan Kerukunan Dalam Tradisi Lisan Nusantara, 286. Balai Litbang Agama Jakarta, Kementerian Agama.
- Ulumi, Helmy Faizi Bahrul. 2018. Budaya Masyarakat Kasepuhan Cisungsang. Edited by Ayatullah Humaeni. Serang.
References
Abdulwahid, idat. 1986. Aspek Filosofis Cerita Pantun Mundinglaya Di Kusuma. Bandung: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
Adimihardja, Kusnaka. 1992. Kasepuhan Yang Tumbuh Di Atas Yang Luruh : Pengelolaan Lingkungan Secara Tradisional Di Kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Bandung: Tarsito. https://catalog.hathitrust.org/Record/010172373.
Baedhawy, R.A, and N Wahyudin. 2013. Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Masyarakat Baduy Dan Kasepuhan Cisungsang. Serang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten.
Danandjaja, James. 2015. “Pendekatan Folklor Dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan.†In Metodologi Kajian Tradisi Lisan, Edisi Revisi, 542. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Danasasmita, Saleh. 1983. Sejarah Bogor Volume 1. Bogor: Pemerintah daerah Kotamadya DI II.
Danasasmita, Saleh, and Dkk. 1987. Sewaka Darma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung : Transkripsi Dan Terjemahan. Bandung: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi), Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Dienaputra, Reiza. 2003. “Kebudayaan Sunda: Antara Mitos Dan Realitas.†In Menggugat Budaya Sunda: Persfektif Periferal. Yogyakarta.
Ekadjati, Edi S. 1995. Kebudayaan Sunda (Suatu Pendekatan Sejarah). Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Fadillah, Moch. Ali. Dkk. 2015. “Mengenal Masyarakat Adat Banten Kidul: Mokaha Urang Cisungsang.†Serang: Penerbit Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Banten.
Guillot, Claude. 2008. Banten: Sejarah Dan Peradaban Abad X-XVII. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Ecole Francaise d’Extreme-orient (EFEO), dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.
Havelock, Eric A. 1986. The Muse Leams to Write: Reflections on Orality AndLiteracy from Antiquity to the Present. New Haven: Yale University Press. https://doi.org/10.1093/nq/ns-34.4.512.
Humaeni, Ayatullah. 2018. “Ritual Seren Taun Di Kasepuhan Cisungsang Lebak Banten.†In Nilai-Nilai Budaya Dan Agama Dalam Tradisi Ritual Masyarakat Di Indonesia Bagian Barat. Jakarta: Balai LItbang Agama Jakarta.
Iswanto, Agus. 2016. “Nilai-Nilai Keagamaan Dan Kerukunan Dalam Tradisi Warahan Di Lampung.†In Nilai-Nilai Keagamaan Dan Kerukunan Dalam Tradisi Lisan Nusantara, 286.
Iswanto, Agus. 2017. “Building Harmony Through Religious Reception In Culture: Lesson Learned From Radin Jambat Folktale Of Lampung.†Analisa Journal of Science and Religion 2 (2): 182–97.
Kartini, Tini. dkk. 1980. “Struktur Cerita Pantun Sunda.†Bandung.
Kartini, Tini. dkk.. 1984. “Struktur Cerita Pantun Sunda: Alur.†Bandung.
Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi 1. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Malik, Abdul. 2016. Berjuang Menegakkan Eksistensi. Banten: Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Banten.
Miharja, Deni. 2015. “Deni Miharja, Sistem Kepercayaan Awal......,†19–36.
Permana, R. Cecep Eka. 2008. “Pantun Baduy Pengukuh Tradisi Inti Jagat.†In Seminar Internasional Tradisi Lisan Nusantara (Lisan VI), 1–13. Sulawesi Tenggara: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Pudentia MPSS. 1992. Transformasi Sastra : Analisis Atas Cerita Rakyat " Lutung Kasarung ". Jakarta: Balai Pustaka.
Purnama, Yuzar. 2005. Tradisi Lisan : Carita Pantun Panggung Karaton Pada Masyarakat Situraja Sumedang. Bandung: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
Purnama, Yuzar. 2016. “Kajian Nilai Budaya Dalam Carita Pantun Sawung Galing.†Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya 8 (2): 187. https://doi.org/10.30959/patanjala.v8i2.72.
Rosadi, Muhammad. 2017. “Nilai-Nilai Pendidikan Agama Dalam Cerita Pantun Sri Sadana/Sulanjana.†In Nilai-Nilai Pendidikan Agama Dalam Cerita Rakyat Daerah, 139. Jakarta: Balai Litbang Agama Jakarta, Kementerian Agama.
Rosidi, Ajip. 1996. Kesusastraan Sunda Dewasa Ini. Cirebon: Tjupumanik.
Rusyana, Yus. 1970. Bagbagan Puisi Mantra Sunda. Bandung: Proyek Penelitian Pantun dan Foklor Sunda.
Rusyana, Yus. 1984. Panyungsi Sastra : Pengajaran Sastra Sunda Pikeun Murid Sakola Lanjutan [Wor. Bandung: Gunung Larang.
Sudjamza, Aji Permana. 2006. “Pantun Buhun Giriwangi Di Desa Baros Kecamatan Arjasari Banjaran Kabupaten Bandung.†Sekolah Tinggi Seni Indonesia Jurusan Karawitan.
Suryadi, Dkk. 1995. “Dimensi Tradisi Lisan Dalam Upacara Kwangkay : Puncak Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq.â€
Tarobin, Muhammad. dkk. 2017. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Dalam Cerita Rakyat Daerah. Jakarta: Balai Litbang Agama Jakarta, Kementerian Agama.
Tarobin, Muhammad. 2016. “Nilai Keagamaan Dan Kerukunan Dalam Teater Rakyat ‘Mendu’ Di Natunan.†In Nilai-Nilai Keagamaan Dan Kerukunan Dalam Tradisi Lisan Nusantara, 286. Balai Litbang Agama Jakarta, Kementerian Agama.
Ulumi, Helmy Faizi Bahrul. 2018. Budaya Masyarakat Kasepuhan Cisungsang. Edited by Ayatullah Humaeni. Serang.