Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
HASIL PENELITIAN TENTANG REALITAS KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN MASYARAKAT NELAYAN (KASUS DESA MOSSO KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE)
Corresponding Author(s) : Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam,
Vol. 2 No. 2 (1990)
Abstract
Sejak beberapa tahun terakhir ini, kajian
tentang wilayah pantai mendapat perhatian dari
banyak kalangan. Perhatian yang meningkat
ini terutama disebabkan oleh beberapa faktor.
Pertama, Indonesia adalah negara maritim
dengan wilayah laut yang luas, terutama lagi
dengan disepakatinya Konvensi Hukum Laut
Inlernasional, yant telah semakin memperluas
wilayah laut Indonesia. Wilayah laut yang luas
ini telah menyebabkan bahwa banyak kegiatan
ekonomi penduduk, khususnya mereka
yang bermukim di wilayah pantai, secara
langsung atau tidak langsung berkaitan dengan
pemanfaatan sumber daya laut. Kedua,
ada kesan pada sementara kalangan bahwa
kebijaksanaan ekonomi dan pembangunan
yang telah dilaksanakan selama tiga Pelita,
yang diprioritaskan pada pembangunan sektor
pertanian, temyata lebih banyak meneyentuh
dan menguntungkan wilayah-wilayah pedalaman.
Hal ini, antara lain terbukti dari kenyataan
bahwa dari berbagai kelompok
masyarakat di Sulawesi Selatan, kaum nelayan
yang menghuni wilayah pantai ini merupakan
kelompok masyararakat dengan tingkat penghasilan
paling rendah (Basri Hasanuddin,
1985:106).
- A.S Achmad (ed) : Komunikasi dan Pemba-
- ngunan, Sinar Harapan, Jakarta
- Hendropuspito, OC : Sosiologi Agama,
- Gunung Mulia Jakarta.
- Learner, Daniel : Memudarnya masyarakat
- Tradisional, Terjemahan Mulyanto
- Tjokrowinoto.GajahMada
- University, Yogyakarta
- Schorrl, JW : Modernisasi, Pengantar Sosio-
- logi Pembangunan, Negara
- Berkembang.
- Robert. L. Wesch: Mandar, dalam perjuangan
- dan beberapa aspek tentang
- perobahan sosial budaya.
- Mukhlis. P, Dr (ed): Study tentang Kawasan
- Pantai Proyek Pengkajian dan
- Pengembangan Masyarakat
- Pantai YIIS, Universitas Hasanuddin
References
A.S Achmad (ed) : Komunikasi dan Pemba-
ngunan, Sinar Harapan, Jakarta
Hendropuspito, OC : Sosiologi Agama,
Gunung Mulia Jakarta.
Learner, Daniel : Memudarnya masyarakat
Tradisional, Terjemahan Mulyanto
Tjokrowinoto.GajahMada
University, Yogyakarta
Schorrl, JW : Modernisasi, Pengantar Sosio-
logi Pembangunan, Negara
Berkembang.
Robert. L. Wesch: Mandar, dalam perjuangan
dan beberapa aspek tentang
perobahan sosial budaya.
Mukhlis. P, Dr (ed): Study tentang Kawasan
Pantai Proyek Pengkajian dan
Pengembangan Masyarakat
Pantai YIIS, Universitas Hasanuddin