Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
ISLAM DI PULO TENGAH
Corresponding Author(s) : Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam,
Vol. 3 No. 2 (1991)
Abstract
Keadaan Fisik.
Pulo Tengah, salah satu dusun yang tcrletak
dalam wilayah Desa Amassang Kecamaian
Polewali Polmas. Terlctak ditengah pulau kccil,
dan terpisah dari daratan Bajoe, dacrah pesisir
pantai sebelah timur kota Kecamaian Polewali.
Untuk mencapai lokasi ini, bisa ditempuh lcwat
Binyang, dengan menggunakan perahu bermotor.
Pada umumnya pengunjung yang bcrminal
ke Pulo Tengah lebih suka melintasi pesisir
perkampungan Bajoe, dan menyebcrang ke sana
dengan perahu - perahu nelayan yang digunakan
untuk menaagkap ikan. Dari pesisir Bajoe ini,
Pulo Tengah dapat di jankau hanya sekitar 15
Menit dengan perahu motor kecil.
Dusun ini luasnya 300 hektar, terdiri dari
satu buah Rukun kampung, tiga RT dengan
jumlah penduduk 456 jiwa, Mereka tersebar di
Pulo ini, dengan membangun rumah - rumah
sederhana, model panggung. Pada umumnya,
rumah tempat kediaman penduduk dibangun
dari kayu, beratap rumbia. Secara geografis,
dusun ini, terisolir dari pusat aktiftas Desa
Amassangan. Sentuhan - senluhan pembangunan
fisik, sebagaimana yang sering terjadi di daratan
Desa tidak banyak menyentuh kepentingan
masyarakat