Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
PAHAM DAN SIKAP KEAGAMAAN MAHASISWA MUSLIM DI KOTA SAMARINDA
Corresponding Author(s) : Ramlah Hakim
Al-Qalam,
Vol. 16 No. 1 (2010)
Abstract
Mengacu pada ketimpangan dari apa yang ideal-normatif (das sein) dengan realitas di ranah sosial (das solen) pada
paham dan sikap keagamaan kalangan muda muslim. Oleh karena itu, dilakukan sebuah riset yang mengarah pada
kebijakan, yaitu: "Bagaimana kecenderungan pemahaman dan prilaku keagamaan mahasiswa muslim di kota
Samarinda?Melalui riset dengan pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan data kuantitatif. Dengan populasi mahasiswa
muslim di kota samarinda dan sampel mahasiswa muslim di kampus STAIN dan Unmul.
Hasil riset menunjukkan kecenderungan paham dan sikap keagamaan mahasiswa muslim yang berpotensi pada tumbuhnya
benih-benih radikalisme agama, meski pada sisi lain terlihat kecenderungan toleransi pada aspek kehidupan sosial. Temuan
riset inijuga memperlihatkan kekakuan pada aspek-aspek yang menyentuh pada ranah normatif Islam, semisal penegakan
syariat dan khilafah Islamiyah. Kecenderungan ini dapat menjadi bahaya laten munculnya paham dan gerakan radikalisme
agama di kalangan mahasiswa muslim.