Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
JIHAD versi SISWA
Corresponding Author(s) : abd kadir ahmad
Al-Qalam,
Vol. 22 No. 2 (2016)
Abstract
Pemahaman terhadap jihad oleh sebagian orang Islam lebih identik dengan tindak kekerasan, meskipun tidak sedikit umat Islam yang membahami jihad secara universal. kontroversi pemaknaan jihad yang diakibatkan oleh pernyataan-pernyataan dan bahkan kelakuan sebagian orang Islam telah menjadikan konsep jihad semakin membingungkan dan simpang siur, terutama pada era modern sekarang ini. Akibatnya pemahaman jihad menjadi warisan bagi generasi pelajar atau siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan yang diberikan oleh siswa mengenai jihad? Apakah pemaknaan jihad tersebut terkait dengan pemahaman tentang kekerasan atas nama agama? Dengan demikian, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana siswa mengonstruksi pemahaman tentang jihad termasuk pandangan mereka terhadap tindak kekerasan atas nama agama. Penelitian ini dilakukan di Ternate dan Makassar. Kedua daerah ini memiliki sejarah kekerasan bernuansa agama. Makassar dengan kasus peledakan bom terhadap sasaran yang dikaitkan dengan simbol kapitalisme global (khususnya AS) dan Ternate dengan sejarah konflik berdarah. Hasil penelitian bagian terbesar (63 persen) pemahaman siswa mengenai jihad bersifat puritanisme (fundamentalis sampai ekstrim). Sementara hanya sebagian kecil (18 persen) yang dapat dimaknai sebagai moderat (inklusif). Untuk kedua komunitas, kecenderungan puritanisme lebih kuat di kalangan siswa Ternate (70 persen) dan pandangan moderat hanya 13 persen. Sementara siswa di Makassar, meski tetap didominasi pemaknaan puritanisme (52 persen), kecenderungan pandangan moderat tidak terlalu rendah (27 persen). Pemaknaan siswa tentang jihad pada daerah kasus didominasi oleh pandangan yang sempit dan lebih mengarah kepada pengertian qital. Hal itu dipahami dari penggunanaan term-term makna jihad sebagai perjuangan, pengorbanan, perang, mati syahid dan pembelaan agama (Islam). Hal ini berbeda dengan prinsip jihad sebagaimana dipahami dari Alquran dan tradisi Nabi. Tidak ada korelasi yang signifikan antara pemahaman jihad dengan sumber-sumber belajar siswa, termasuk sekolah. Hal ini dapat dipahami sebagai lemahnya peran sekolah dalam memberi pemahaman tentang ajaran Islam yang amat sentral tersebut. Pemahaman tentang jihad, dengan demikian, lebih ditentukan oleh konstruksi sosial.
Â
Keywords
- DAFTAR PUSTAKA
- Albana, Jamal. 2005. Revolusi Sosial Islam, Dekonstruksi Jihad dalam Islam. Yogyakarta: Pilar Media.
- Berger, Peter L. 1994. Langit Suci, Agama sebagai Realitas Sosial. Jakarta: LP3ES.
- Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
- El Fadl, Khaled Abou.2005. The Great Theft, Wrestling Islam From The Extremists. USA: Harper Collins.
- Hoed, Benny H. 2008. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI Depok.
- Harian Tempo, tanggal 10 November 2008.
- Langgulung, Hasan. 2003. Azas-azas Pendidikan Islam. Cet.V. Jakarta. Pustaka Al Husna
- Mudzhar, HM. Atho, Makalah disampaikan Pada Pembukaan Workshop Penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen di Sekolah, Tanggal 26 Mei 2008, Di STAKN Tana Toraja Sulawesi Selatan.
- Depdiknas, 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
- Abdurrahman Wahid. 2006. Islamku Islam Anda Islam Kita, Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Istitute.
References
DAFTAR PUSTAKA
Albana, Jamal. 2005. Revolusi Sosial Islam, Dekonstruksi Jihad dalam Islam. Yogyakarta: Pilar Media.
Berger, Peter L. 1994. Langit Suci, Agama sebagai Realitas Sosial. Jakarta: LP3ES.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
El Fadl, Khaled Abou.2005. The Great Theft, Wrestling Islam From The Extremists. USA: Harper Collins.
Hoed, Benny H. 2008. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI Depok.
Harian Tempo, tanggal 10 November 2008.
Langgulung, Hasan. 2003. Azas-azas Pendidikan Islam. Cet.V. Jakarta. Pustaka Al Husna
Mudzhar, HM. Atho, Makalah disampaikan Pada Pembukaan Workshop Penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen di Sekolah, Tanggal 26 Mei 2008, Di STAKN Tana Toraja Sulawesi Selatan.
Depdiknas, 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
Abdurrahman Wahid. 2006. Islamku Islam Anda Islam Kita, Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Istitute.