Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
INKARNASI NABI KHAIDIR
Corresponding Author(s) : Muhammad Subair
Al-Qalam,
Vol. 18 No. 1 (2012)
Abstract
Puang Malea adalah salah satu kelompok sempalan yang dianggap menyimpang dari ajaran resmi Islam
dan sesat. Puang Malea adalah nama leluhur bagi suku Pattae yang dilekatkan oleh beberapa oknum
melalui media dan menjadi sebuah stigma negatif kejadiannya terjadi pada bulan Januari 2010. Bagi
penganut ajaran ini sendiri menyebutnya sebagai Paham Muhammad. Berdasarkan fenomena tersebut,
maka penelitian mendeskripsikan ajaran, fenomena kejadian dan perilaku keagamaan penganut paham
Muhammad. Sebuah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan
paham keagamaan yang diajarkan oleh kelompok ini adalah paham tasawuf oleh karena itu kita tidak bisa
serta merta meletakkan stigma sesat terhadapnya. Dibutuhkan dialog yang setara dan bukan dalam konteks
penghakiman, dan ulama-ulama yang terlibat dalam dialog tersebut perlu memiliki persfektif tasawwuf.