Issue
Date Log
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
PERI BAH AN INTERAKSI SOSIAL SUKU BAJO DENG AN MASYARAKAT SEKITARNYA DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Changes of Social Interaction in Bajo tribe with Surrounding Communities in Muna regency, Southeast Sulawesi
Corresponding Author(s) : Pandais Hak
Al-Qalam,
Vol. 17 No. 2 (2011)
Abstract
Suku Bajo, selama ini diassosiasikan dengan manusia laut, karena komunitas ini menempati berbagai kawasan pesisir
pada belahan nusantara. Tak ada satupun peneliti yang telah berhasil melakukan penelusuran asal usul komunitas ini.
Susahnya menyimpulkan asal-usul mereka karena berbagai peneliti yang melakukan penelitian pada komunitas ini masing-
masing berbeda pandangan. Terlepas dari kontroversi tersebut, tidak ada yang membantah bahwa komunitas suku Bajo
telah mendiami sebagian besar kawasan pesisir di belahan bumi nusantara telah berjalan cukup lama yakni pada era
kerajaan awal di nusantara. Komunitas yang menggantungkan hidupnya dilaut, selama ini menurut Zacot menggolongkan
mereka dalam kategori masyarakatyang tertutup, inferior danpola interaksiyang disassosiatifkhususnya dalam berhubungan
dengan masyarakat daratan. Pada sisi budaya mereka termasuk komunitas yang masih tergolong savety dari arus
globalisasi dan modernsisasi karena cenderung menutup diri dari arus perubahan dan kemajuan tekonologi. Akan tetapi
thesis tersebut telah terbantahkan oleh hasil penelitian ini. Meskipun sifatnya particular, dalam artian hanya menyotorot
beberapa komunitas suku Bajo yang ada di Kabupaten Muna, tentunya tidak dilakukan suatu generalisasi pada seluruh
komunitas suku Bajo, akan tetapi paling tidak hasil penelitian ini memberikan konstribusi baru tentang gambaran terkini
beberapa komunitas suku Bajo di nusantara. Bahwa apa yang di asumsikan sebelumnya tentang suku Bajo kini telah
banyak mengalamiperubahan, khususnya dari aspekpola interkasi sosial mereka dengan masyarakat sekitarnya. Perubahan
ini berdampakpada perubahan pola hidup dan tingkat akomodasi terhadap modernisasi dan tekonologi. Perubahan ini
juga tentunya disatu sisi membawa nilaipositif namunpada sisi lain juga dapat membawa dampak negative, yang kedepan
patut menjadiperhatian oleh suku Bajo sendiri.