KONTESTASI KEAGAMAAN DALAM MASYARAKAT MUSLIM URBAN

Saprillah Saprillah, Hamdan Juhannis, Nurman Said, Hamzah Harun Al-Rasyid

Abstract


Kontestasi keagamaan menjadi salah satu ciri penting dalam sejarah masyarakat Islam. Latar belakang ide dan pemikiran keagamaan menjadi pemicu yang meledakkan berbagai perdebatan keagamaan. Berbagai kelompok keagamaan muncul dan menawarkan perspektif keagamaan yang berbeda-beda. Munculnya media digital mengamplifikasi berbagai mode perdebatan dengan jumlah massa yang lebih besar. Kontestasi yang bersifat dialektis ini pada prinsipnya dibutuhkan untuk membangun peradaban Islam yang dialogis. Sepanjang kontestasi wacana keagamaan berlangsung dalam suasana debat intelektual. Hal itu justru berpengaruh positif bagi lahirnya kreasi-kreasi keagamaan baru. Salah satu implikasi menarik dari kontestasi keagamaan adalah munculnya berbagai gerakan keagamaan populer dalam kerangka merebut panggung di media sosial. Kelompok salafi pun tidak ketinggalan merebut panggung modernitas, bahkan sedang membentuk satu bentuk gerakan keagamaan baru yang disebut urban salafisme.


Keywords


kontestasi, kelompok keagamaan, dialektika, media digital, modernitas urban salafisme.

Full Text:

PDF

References


Amstrong, Karen. 2009. Sejarah Tuhan. Bandung;Mizan.

Bayat, Asef. 2011. Pos-Islamisme. Jogjakarta:LKiS.

Bruynessen, Martin van. 2013. “Introduction: Contemporary Developments in Indonesian Islam and the “Conservatif Turn’ of Early twenty first century” dalam Martin Van Bruynessen (ed), Contemporery Developments in Indonesian Islam: explaining the Conservative Turn, Singapore: ISEAS.

Eliade, Mircea. 1959. The Sacred and The Profan; The Nature of Religion . New York: The Harvest Book.

Howell, Julia Day. 2008. “Modernitas dan Spritualitas Islam dalam Jaringan Baru Sufi Indonesia”, dalam Martin Van Bruynessen dan Julia D Howell. Urban Sufisme.Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Koresy Rumagit, Steve. 2013. Kekerasan dan Diskriminasi Antar Umat Beragama di Indonesia dalam Jurnal Lex Administratum, Vol I.

Muslich, Ahmad. 2013.. Konflik dan Integrasi, Studi Tentang Perbedaan Pemahaman Ajaran Islam antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Desa Ngunut Kecamatan Babadan , Kab. Ponorogo, dalam Jurnal Muaddib Vol.3 No. 01 Januari-Juni 2013.

Ritzer, Goerge dan Barry Smart. 2011. Handbook Teori Sosial Jakarta:Nusa Media.

Rofhani. 2013. Budaya Urban Muslim Kelas Menengah, dalam Jurnal Teosofi: Jurnal Tasawwuf dan Pemikiran Islam. Volume 3 Nomor 1 Juni.

Rozalia, Tasman. 2008. Radio Roja: Kontestasi Ideologi Salafi di Ranah Siaran, dalam Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan, 22 (2).

Said, Nurman. 2009. Masyarakat Muslim Makassar: Studi Pola-Pola Integrasi Sosial antara Muslim Pagama dan Muslim Sossorang. Jakarta:Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Said, Zainal. 2012. Konflik Sosial Keagamaan Islam Non Mainstream dalam Masyarakat Indonesia Yang Majemuk, dalam Jurnal Al-Ulum, volume 12 Nomor 2, Desember 2012.

Saprillah dkk. 2015, Dilema Pembangunan Rumah Ibadah. Makassar: Idealenggara.

Turner, Jonathan H. 1990. The Structure of Sociological Theory.

Zadrak Rumahuru, Yance. 2012. Islam Syariah dan Islam Adat; Konstruksi Identitas Keagamaan dan Perubahan Sosial di Kalangan Komunitas Muslim Hatuhaha di Negeri Pelauw. Jakarta: Kementerian Agama RI.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v26i1.844

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by :