ERAU: RITUAL POLITIK DAN KEKUASAAN

M. Yamin Sani

Abstract


Abstrak
Erau adalah sebuah peristiwa budaya yang telah dilakukan sejak masa Kerajaan Kutai Kartanegara pada
abad ke xiii, sampai sekarang. Erau masih tetap eksis karena kuatnya relasi antara tradisi budaya, praktik
dan kekuasaan. Dalam arti, bahwa Erau merefleksikan dimensi politik, dan karena itu menjadi instrumen
kekuasan. Tulisan ini, adalah bagian dari hasilpenelitian berjudul Erau, Politik Kebudayaan dan Identitas
Etnik Orang Kutai yang bertujuan untuk menganalisis (I) Erau pada masa Kerajaan Kutai Kartanegara,
(2) Erau, masa pasca Kerajaan Kutai Kartanegara dan (3) Erau pasca Otonomi Daerah. Hasil penelitian
menunjukkan, Erau yang diselenggarakan pada masa Kerajaan Kutai telah mengalami transformasi makna
simbolik atau transformasi struktur. Hal ini tampakpada beberapa bagian upacara yang bertahan sehingga
memperlihatkan kontinuitas, tetapi pada bagian lain, proses upacara telah mengalami dinamika dan
bahkan perubahan. Namun satu hal yang bertahan, bahwa Erau tetap menjadi instrumen kekuasaan.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v18i2.82

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Office

  

address icon red

 Jalan Andi Pangeran Pettarani, District Makassar, No 72, Pos Code: 90222, Gedung Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, City Sulawesi Selatan, Indonesia  
  jurnalalqalam@kemenag.go.id 
  http://jurnalalqalam.or.id/index.php/Alqalam 
  Phone: +62 81356100100
Fax: +62 411452982
 
 

Indexed by :

        

  

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats