KEKERASAN DAN KRIMINALITAS DI KOTA SEMARANG: ANTARA NEGARA KOLONIAL DAN OTORITAS LOKAL

Putri Agus Wijayati

Abstract


Memasuki dekade pertama awal abad ke-20, Semarang sebagai unit historis mengalami modernisasi yang didukung oleh terbangunnya infrastruktur sebagai kota kolonial, yang mengidealkan keteraturan. Kajian sejarah ini mencoba menghadirkan kehidupan keseharian warga kota dan penguasa kota yang diwarnai oleh keragaman faktual, mulai dari keteraturan hingga ketidakteraturan sosial, namun lebih difokuskan pada kondisi-kondisi ketidakteraturan, ketidakamanan, dan beragam persoalan sosial lainnya yang pernah terjadi di Kota Semarang pada empat dekade akhir era kolonial. Sebagai realitas masa lalu, berbagai permasalahan sosial yang berlangsung di Kota Semarang dikonstruksi berdasarkan sumber primer dan sekunder. Konstruksi historis ini dipahami melalui konsep kekerasan dan kriminalitas. Penguasa kota, yang dalam hal ini adalah gemeente merupakan representasi kuasa dari negara kolonial ingin membuat segala sesuatunya menjadi aman dan teratur, sehingga hukum dan aturan yang diproduksi oleh gemeente didasarkan pada cara pandang kolonial. Dalam konteks implementasi hukum itulah, kemudian atas nama keteraturan maka negara kolonial mengambilalih otoritas yang sebelumnya berada di tangan penguasa lokal, yang mengakibatkan ekslusivitas penguasa lokal. Pada saat yang sama, penguasa lokal ingin mempertahankan eksistensi diri di ruang kota, sehingga yang terjadi adalah sebagian dari mereka terkonversi ke dalam informal services atau ilegal agency di perkotaan. Kajian ini menyimpulkan bahwa ketidakteraturan sosial yang berlangsung di ruang kota membuktikan ketidakmampuan negara kolonial dalam mengatur warga kota.

Keywords


kekerasan, kriminalitas, negara kolonial, otoritas lokal, kehidupan keseharian warga kota.

Full Text:

PDF

References


Surat Kabar Sezaman

“Tjoerian”. Selompret Melajoe. 22 Djuni 1907.

“Gemeenteraad di Semarang”. Selompret Melajoe. 30 Djanoeari 1906.

“Sarang Kadet”. Selompret Melajoe. 7 Maart 1908.

“Soeka Tetapi Tjoema Sebentar”. Selompret Melajoe. 3 Desember 1907.

“Kadet”. Selompret Melajoe. 18 Agoestoes 1908.

“Pentjoeri”. Selompret Melajoe. 18 Agoestoes 1908.

“Makin Gagah Maling dan Kadet”. Selompret Melajoe. 12 September 1911.

“Tjerdik”. Selompret Melajoe. 26 November 1907.

“Membawa barang dengan grobag”. Selompret Melajoe. 26 November 1907.

“Kadet”, Selompret Melajoe. 5 Maart 1908.

“Keroegian”. Selompret Melajoe. 3 Desember 1907.

“Koetil”. Selompret Melajoe. 11 April 1908.

“Haroes Didjaga Benar”, Selompret Melajoe. 15 Oktober 1908.

“Kadet”, Selompret Melajoe. 29 Djanoeari 1910.

“Begal”, Selompret Melajoe. 10 Oktober 1906.

“Tjoerian Kain”, Selompret Melajoe. 20 April 1907.

“Kadet”, Selompret Melajoe. 17 Oktober 1908.

“Boei”, Selompret Melajoe. 3 Desember 1907.

“Ketangkap”, Selompret Malajoe. 8 September 1910.

“Diketjoeboeng?”, Selompret Malajoe. 10 Nopember 1910.

“Koetil”, Selompret Melajoe. 1 September 1911.

“Sial Dangkal”, Warna Warta. 27 Juli 1916.

“Gadoek”, Warna Warta. 29 September 1916.

Warna Warta. 23 Juli 1923.

“Politie berlakoe kasar, Dagblad Asia Semarang. 8 Augustus 1927.

“Kabar Kota: Ganggoe Pengidoepan”, Dagblad Asia Semarang. 19 Augustus 1927.

“Gara2 Abang Politie Banjak Tengkoelak”. Djawa Tengah. 8 Maart 1930.

Kekerasan dan Kriminalitas di Kota Semarang: Antara Negara Kolonial dan Otoritas Lokal – Putri Agus Wijayati| 599

“Semarang dan sekiternja: Lagi sekali tengkoelak dioeber2”. Djawa Tengah. 11 April 1930,

“Pasar- pasar Malem bikin malarat pada rajat”. Economy. 26 Oktober 1929,

“Pasaran Kaoem pendjoedi”. Djawa Tengah. 25 Pebroeari 1930.

“Semarang dan sekiternja: Djadi korban penipoe”, Djawa Tengah. 11 April 1930.

“Maling Oeloeng”, Djawa Tengah. 11 April 1930.

“Gila atawa Laper”, Djawa Tengah. 16 April 1930.

“Berklai rame”, Djawa Tengah. 17 April 1930.

“Katjilakaan Sedih”, Djawa Tengah. 19 April 1930.

“Pengeniaja’an Heibat, Koeli Tionghoa dikrojok 2 koeli Indonesiers”. Soeara Semarang. 22 Djanoeari 1936.

“Perkara Perlawanan di Kaligawe”, Soeara Semarang. 3 Febroeari 1936.

“Boentoet Perkara Kaligawe?”, Soeara Semarang. 13 Febroeari 1936.

“Kemiskinan Orang Tani didalam kekayaan yang dihasilkannya”, Pasar Saptoe. 18 April 1936, Th.I, (Madjallah Pendidikan Perekonomian),

“Pengrasa’an Tida Poeas di Genoek Antara toekang2 grobag’, Soeara Semarang. 10 Djuni 1936.

“Perkara Perampasan di Pasar Damaran”, Soeara Semarang. 25 Januari 1937.

“Pendjoedian Dalem Pasar Djohar”, Soeara Semarang. 14 Mei 1937.

“Vier gemeente wakers gearresteerd Toko-houders Pasar Djohar bestolen”. Soerabaijasch Handelsblad. 03 November1937, Jg: 85.

“Pentjoerian di Pasar Djohar Semarang”. Djawa Tengah, 3 November 1937.

“Penikeman di Pasar Boeroeng”. Sin Min. 17 Djanoeari 1938.

“Pasar Djohar Hendak Dibakar”. Soeara Semarang. 18 Maart 1938.

“Perkara Pentjoerian di Pasar Djohar”. Soeara Semarang. 2 Djanoeari 1939.

“Itoe Perkara Pentjoerian di Pasar Djohar”. Soeara Semarang. 19 Djanoeari 1939.

“Pentjoerian di Pasar Djohar”, Soeara Semarang. 20 Djanoeari 1939.

“Perkara Pentjoerian di Pasar Djohar”, Soeara Semarang. 14 Febroeari 1939

“Itoe Pentjoerian di Pasar Djohar”, Soeara Semarang. 14 Maart 1939.

“De aanslag op den marktmeester Drama op Semarang's Centrale pasar”. De Sumatra Post. 17 Nopember 1939, Jg: 41.

“Perampasan Kadet di Pedamaran”. Poesaka. 6 Agoestoes 1940.

“Pentjoerian Dalem Pasar Djohar”. Soeara Semarang. 24 September 1940.

“Penganiajaan di Psr Djohar”. Soeara Semarang. 16 Oktober 1940.

“Perkelahian Hebat di Pasar Djohar Gara-2 persaingan dagang. Poesaka. 24 October 1940.

“Pentjoeri Ketjil Ditangkep”Soeara Semarang. 28 October 1940.

“Ambengan Tida Aman”. Soeara Semarang. 29 October 1940.

“Penyerobotan Toesoek Konde”. Soeara Semarang. 5 Nopember 1940.

“Doea Pentjoerian Dalem Pasar Djohar”. Soeara Semarang. 23 Djoeli 1941. “Kerusuhan dan Demokrasi”. Kompas. 24 Mei 2019. “Lima Fakta Pembakaran Mobil di Jateng”. Kompas. 1 Februari 2019.

Buku, Jurnal, Disertasi.

Bastin, John. 1957. The Native Policies of Sir Stamford Raffles in Java and Sumatra, An Economic Interpretation. Oxford: At The Clarendon Press.

Basundoro, Purnawan. 2012. Pengantar Sejarah Kota.Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Boomgaar, Peter. 2004. Anak Jajahan Belanda: Sejarah Sosial dan Ekonomi Jawa 1795-1880. Jakarta: Djambatan – KITLV.

Brommer, B., et al. (ed.). 1995. Semarang, Beeld van een Stad. Voorburg: Asia Maior.

| Jurnal “Al-Qalam” Volume 25 Nomor 3 November 2019

Burger, D.H., & Prajudi. 1962. Sedjarah Ekonomis Sosiologis Indonesia. Djakarta: Pradnja Paramita.

Cobban, James L. 1988. “Kampungs and Conflict in Colonial Semarang”, Journal of Southeast Asian Studies, Vol.19, №.2, (Sep.).

Cook. Philip J. 2009. “Crime Control in the City: A Research-Based Briefing on Public and Private Measures”. Cityscape, US Department of Housing and Urban Development. Lessons for the United States From Asian Nations, Vol. 11, №. 1, pp. 53-79.

Day, Clive. 1905. Nederlandsch Beheer over Java Gedurende Drie Eeuwen. Gravenhage: W.P. Van Stockum & Zoon.

Dick, H.W. 2002. “Munculnya Ekonomi Nasional 1808-1990-an”. dalam J. Thomas Lindblad et.all (ed.). Fondasi Historis Ekonomi Indonesia. Yogyakarta: Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM - Pustaka Pelajar.

Elson, R.E. 2002. “Dari ‘State ke State’: Rezim yang Berubah dari Produksi Ekspor Petani pada Pertengahan Abad Ke-19 di Jawa”. dalam J. Thomas Lindblad et.all. (ed). Fondasi Historis Ekonomi Indonesia. Yogyakarta: Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM dengan Pustaka Pelajar.

Evers, Hans-Dieter & Rϋdiger Korff. 2002. Urbanisme di Asia Tenggara: Makna dan Kekuasaan Dalam Ruang-Ruang Sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Fischer, Claude S. 1981. "The Public and Private Worlds of City Life." American Sociological Review. Vol. 46. 306-316.

Giddens, Anthony. 2005. Konsekuensi-Konsekuesi Modernitas. Yogyakarta: Kreasi Wacana Yogyakarta.

Gilbert, Alan & Josef Gugler. 1996. Urbanisasi dan Kemiskinan di Dunia Ketiga. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Graaf, Hermanus Johannes de. 1987. Runtuhnya Istana Mataram. Cet. I. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti

Handinoto. 2015. Perkembangan Kota di Jawa, Abad XVIII Sampai Pertengahan Abad XX Dipandang dari Sudut Bentuk dan Struktur Kotanya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Lofland, Lyn H. 1973. A World of Strangers: Order and Action in Urban Public Space. New York: Basic Book.

Nordholt, Henk Schulte. 2002. Kriminalitas, Modernitas dan Identitas Dalam Sejarah Indonesia. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Hunter, A. 1985. "Private, Parochial and Public Orders: The Problem of Crime and Incivility in Urban Communities." dalam Gerald D. Suttles and Mayer N. Zald (ed). The Challenge of Social Control Institution Building and Systemic Constrain, Norwood, N.J.: Ablex.

Kartodirdjo, Sartono. 1984. Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta: Pustaka Jaya

Kuncoro, Mudrajad. 1995. “Desentralisasi Fiskal di Indonesia: Dilema Otonomi dan Ketergantungan”, dalam Prisma, №.4, Th. XXIV.

Manasse Malo dan Peter J.M. Nas. 1991. “Otonomi daerah, Manajemen perkotaan di Indonesia”, dalam P.J.M. Nas (ed). 2007. Kota-Kota Indonesia, Bunga Rampai (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nas, Peter J.M. dan Kristen Theuns, 2005. “Semarang, Apakah H.F. Tillema Seorang Sutradara Perubahan Kota?”, dalam P.J.M, Nas. 2007. Kota-Kota Indonesia: Bunga Rampai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nas, Peter J.M. dan Welmoet Boender. 2002. Kota Indonesia dalam teori perkotaan”. dalam P.J.M, Nas. 2007. Kota-Kota Indonesia: Bunga Rampai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pratiwo. 2005. “The City Planning of Semarang 1900–1970”. Freek Colombijn dkk (ed.). Kota Lama Kota Baru, Sejarah Kota-kota di Indonesia. Yogyakarta: Ombak–NIOD.

Puwanto, Bambang. 2004. “Antara Sentralisasi dan Desentralisasi: Ekonomi dan Otonomi Daerah dalam Realitas Sejarah”. dalam Lembaran Sejarah. Vol. 7, №.7.

Kekerasan dan Kriminalitas di Kota Semarang: Antara Negara Kolonial dan Otoritas Lokal – Putri Agus Wijayati| 601

_______________. 2005. “Kekerasan dan Kriminalitas di Kota Pada Saat Transisi: Kotagede, Yogyakarta Pada Akhir Masa Kolonial dan Awal Kemerdekaan”. dalam Freek Colombijn ed.). Kota Lama Kota Baru, Sejarah Kota-Kota di Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak – Unair – Usaid.

_______________. 2006. Gagalnya Historiografi Indonesiasentris?!. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

_______________ . 2008. “Menulis Kehidupan Sehari-hari Jakarta: Memikirkan Kembali Sejarah Sosial Indonesia”, dalam Henk Schulte Nordholt, Bambang Purwanto, Ratna Saptari (ed.). Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia. KITL-Jakarta: Yayasan Obor Indonesia-Pustaka Larasan.

_______________& Asvi Warman Adam. 2013. Menggugat Historiografi Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

_______________. 2017. “Ruang Maritim di Sisi Barat Pulau Sumatra yang Diabaikan Sebuah Tinjauan Historiografis”. Paramita: Historical Studies Journal, 27 (2). 212-228

Ricklefs, M.C. 1991. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

___________. 2005. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta

Staatsblad van Nederlansdch Indiё 1903, №.329. Batavia: Landsdrukkerij

Steedly, Mary Margareth. 1999. “The State of Cultural Theory in the Antropology of Southeast Asia”. Annual Review of Antropology. Vol.28. pp. 431-454. Suara Merdeka, 13/12/1980.

Suhartono. 1991. Apanage dan Bekel, Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1920. Yogya: Tiara Wacana

Suhartono. 1995. Bandit-Bandit Pedesaan di Jawa: Studi Historis 1850-1942. Yogyakarta: Aditya Media.

Suroyo, A.M. Djuliati. 2002. “Penanaman Negara di Jawa dan Negara Kolonial”. dalam J. Thomas Lindblad et.all. (ed). Fondasi Historis Ekonomi Indonesia. Yogyakarta: Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM - Pustaka Pelajar.

Suryo, Djoko. 1989. Sejarah Sosial Pedesaan Karesidenan Semarang 1830–1900. Yogyakarta: PAU Studi Sosial, UGM.

___________ & Sri Margana (ed.). 2009. Transformasi Masyarakat Indonesia Dalam Historiografi Indonesia Modern. Yogyakarta: Penerbit STPN Press.

Van Zanden, Jan Luiten & Daan Marks. 2012. Ekonomi Indonesia 1800-2010, Antara Drama dan Keajaiban Pertumbuhan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas

Vickers, Adrian. 2011. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Insan Madani

Weber, Max. 1977. “Apakah yang disebut Kota?”. Sartono Kartodirdjo (ed.). Masyarakat Kuno dan Kelompok-Kelompok Sosial. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Wikström. P.H. 1995. “Preventing City – Center Street Crimes”. Building a Safer Society: Strategic Approaches to Crime Prevention. Crime and Justice, The University of Chicago Press. Vol. 19, pp. 429-468.

Wijanarka. 2007. Semarang Tempo Dulu, Teori Desain Kawasan Bersejarah. Yogyakarta: Ombak.

Wijayati, Putri Agus. 2001. Tanah dan Sistem Perpajakan Masa Kolonial Inggris. Yogyakarta: Tarawang Press

__________________. 2019. “Sejarah Sosial Pasar Johar Semarang Pada Abad Ke-20”. Disertasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Wijono, Radjimo Sastro. 2013. Modernitas Dalam Kampung, Pengaruh Kompleks Perumahan Sompok terhadap Pemukiman Rakyat di Semarang Abad ke-20. Jakarta: LIPI Press.

Wiryomartono, A. Bagoes P. 1995. Seni Bangunan dan Seni Binakota di Indonesia. Jakarta: Gramedia




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v25i3.795

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by :