WAJAH AGAMA DI HADAPAN POLITIK IDENTITAS: REFLEKSI-KRITIS SEJARAH DI/TII DI SULAWESI TENGGARA

Fathul Karimul Khair

Abstract


Posisi agama dalam politik identitas belum banyak dibincangkan secara serius oleh para peneliti sosial. Salah satu peristiwa dalam sejarah Indonesia yang dapat dijadikan acuan untuk lebih jelas memandang persoalan itu adalah gerakan DI/TII di Sulawesi. Pimpinan gerakan ini adalah Qahar Muzakkar, seorang pemuda dari Sulawesi Selatan yang turut berjuang selama revolusi Indonesia. Ia berontak karena beberapa tuntutannya soal ketentaraan ditolak oleh TNI, lalu pada tahun 1953 menjadikan Islam sebagai landasan pemberontakannya. Makalah ini menggunakan kerangka pemikiran Francis Fukuyama soal politik identitas untuk menginvestigasi langkah praktis politik Qahar Muzakkar. Langkah taktis Qahar itu kemudian berimplikasi pada corak gerakan mereka di Sulawesi Tenggara, suatu daerah periferi dari Sulawesi Selatan ketika pemberontakan tersebut dideklarasikan. Berangkat dari studi arsip dan literatur dalam metode sejarah, makalah ini memperlihatkan ciri-ciri megalothymia dalam kelompok Qahar. Ciri yang demikian nampak ketika kelompoknya menggunakan agama baik untuk meneror maupun menarik simpati massa di Sulawesi Tenggara. Terdapat pula gambaran mengenai posisi ulama lokal Sulawesi Tenggara di bawah tekanan arus politik penuh darah itu. Gerakan DI/TII di Sulawesi Tenggara adalah satu contoh konflik politik identitas dalam sejarah Indonesia. Telaah kritis pada episode sejarah ini akan memperlihatkan bagaimana posisi agama sebagai wahana sekaligus korban dari suatu ambisi politik.

Keywords


agama, politik, di/tii, megalothymia, qahar

Full Text:

PDF

References


Arsip:

Arsip Prov. Sulawesi 1950-1960, nomor registrasi 275.

Arsip Prov. Sulawesi 1950-1960. No reg. 323.

Arsip Prov. Sulawesi 1950-1960, nomor registrasi 330.

Buku:

C. Ricklefs, M. 1991. Sejarah Indonesia Modern, terjemahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Fukuyama, Francis. 2018. Identity: The Demand for Dignity and the Politics of Resentment. New York: Farrar, Straus and Giroux.

Gonggong, Anhar. 1992. Abdul Qahhar Mudzakkar, dari Patriot hingga Pemberontak. Jakarta: PT Grasindo.

H. Dengel, Holk. 1986. Darul Islam dan Kartosuwiryo: Langkah Perwujudan Angan-Angan yang Gagal, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Husain Pontoh, Coen. 2005. Menentang Mitos Tentara Rakyat,Yogyakarta: Resistbook.

JARAH DAM XIV/HASANUDDIN. 1982. 25 Tahun Kodam XIV Hasanuddin 1957 – 1982, tanpa penerbit.

Kartodirjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

MCTurnan Kahin, George. 2013. Nasionalisme dan Revolusi Indonesia. Depok: Komunitas Bambu.

Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Sulawesi Selatan. Lembaga Penelitian Unhas, tanpa nama penulis dan tahun terbit.

| Jurnal “Al-Qalam” Volume 25 Nomor 3 November 2019

Sen, Amartya. 2016. Kekerasan dan Identitas (terj.). Tangerang Selatan: Marjin Kiri.

Sillars Harvey, Barbara. 1989. Pemberontakan Qahar Muzakkar: dari Tradisi ke DI/TII (Terj.). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Sundhaussen, Ulf. 1986. Politik Militer Indonesia 1945 – 1967: Menuju Dwifungsi ABRI, Jakarta: LP3ES.

van Bemmelen, Sita, Raben, Remco (Penyunting). 2011. Antara Daerah dan Negara: Indonesia Tahun 1950‑an. Pembongkaran Narasi Besar Integrasi Bangsa, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, KITLV-Jakarta.

Skripsi:

Gazaluddin. 1994. Gerakan DI/TII di Muna dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat 1953-1959. (Skripsi S1 pada Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin).

Karimul Khair, Fathul. 2019. Gerombolan di Sulawesi Tenggara 1950 – 1959: Suatu Keresahan Sosial. (Skripsi S1 pada Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin).

Sadi, Haliadi. 1994. Gerakan Bandit Sosial di Sidenreng Rappang 1953-1955, Sebuah Studi Kasus Terhadap Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Sulawesi Selatan. (Skripsi S1 pada Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin).




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v25i3.787

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by :