PERGULATAN PESANTREN DENGAN MODERNITAS (BERCERMIN PADA PONDOK PESANTREN DDI MANGKOSO, BARRU)

Muhaemin Latif

Abstract


Artikel ini mendiskusikan bagaimana pesantren memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan modernitas. Pesantren dengan modernitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pesantren direpresentasikan sebagai penjaga tradisi-tradisi luhur yang dimiliki oleh Indonesia, sementara kecenderungan modernitas menegasikan eksistensi dari tradisi-tradisi tersebut. Landasan filosofis inilah yang menjadi tujuan utama dari penulisan artikel inidengan mendemonstrasikan Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang berlokasi di Sulawesi Selatan yang sukses mempertahankan tradisi dan pada saat yang bersamaan mampu berdialog dengan modernitas. Adapun jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah qualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti mempraktekkan triangulasi, observasi, wawancara dan pengumpulan dokumen-dokumen yang terkait dengan pesantren dan modernitas. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren DDI Mangkoso memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam melakukan negosiasi dan dialog dengan arus globalisasi dan modernitas. Keberhasilan pesantren ini karena didukung oleh kreatifitas dan inovasi pesantren dalam menjembatani tradisi dan modernitas. Beberapa strategi yang dijabarkan dalam pesantren ini adalah mendefinisikan ulang makna modernitas, mengadopsi sistem pendidikan madrasah, pembinaan bahasa Inggris, serta pembentukan karakter kemandirian.


Keywords


Tradisi – Modernitas – Negosiasi – Pesantren

Full Text:

PDF

References


Abdullah, T. 1987. “The Pesantren in Historical Perspective” in Islam and Society in South-east Asia, Taufiq Abdullah and Sharon Shiddique (edit.). Singapore: Institute of South-east Asian Studies.

Anshoriy, Nasruddin Ch. 2009. Anregurutta Ambo Dalle: Maha Guru dari Bumi Bugis. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Amal, T.A. 2003.Gurutta Abdurrahman Ambo Dalle: Ulama Besar dari Tanah Bugis, in Jajat Burhanuddin and Ahmad Baedhowi (Ed.), Transformasi Otoritas Keagamaan: Pengalaman Islam di Indonesia. Jakarta : Pustaka Utama.

Azra, A. 2001.Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium Baru. Jakarta: Kalimah.

Binder, L. 1960.Islamic tradition and politics: The kijaji and the Alim. Comparative studies in society and history.

Bruinessen, M.V. 2004.Traditionalist and Islamist pesantrenin contemporary Indonesia. Paper presented at the ISIM workshop on “the Madrasa in Asia” 23-24 May.

Bruinessen, M.V. 1993.Pesantren dan Kitab Kuning:Pemeliharaan dan Kesinambungan tradisi pesantren. Jurnal Ulumul Quran.

Dhofier, Z. 1980.The Pesantren Tradion: A Study of the Role of the Kiai in the Maintenance of the Traditional Ideology of Islam in Java. Australian National University: Ph.D. Dissertation.

Effendi, Johan. 2008. A Renewal Without Breaking Tradition: The Emergence of A New Discourse in Indonesia’s Nahdhatul Ulama during the Abdurrahman Wahid Era. Yogyakarta: Interfidei.

Geertz, C. 1960.The Javanese Kijaji: The Changing Role of a Cultural Broker Comparative Studies in Society and History.

Geertz, C. 1960.Religion of Java. Chicago: University of Chicago Press.

Lukens-Bull, R., A. 2001. Two Sides of the Same Coin: Modernity and Tradition in Islamic Education in Indonesia. Anthropology and Education Quarterly.

Lukens-Bull, R, A. 2005. A Peaceful jihad: negotiating identity and modernity in Muslim Java. New York: Palgrave Macmillan.

Madjid, Nurcholish., Bilik-Bilik Pesantren. Jakarta: Paramadina, t.th.

Mas’ud, Abdurrahman. 2019. Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat. Tangerang: Pustaka Compass.

Muhtaram, H.M. 2005.Reproduksi Ulama di Era Globalisasi: Resistensi Traditional Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muthohar, A. 2007.Ideologi Pendidikan Pesantren: Pesantren di Tengah Arus Ideologi-Ideologi Pendidikan. Semarang. Pustaka Rizki Putra.

Noer, M. 2006.Potret Dunia Pesantren: Lintasan Sejarah, Perubahan dan Perkembangan Pondok Pesantren. Bandung. Humaniora.

Oepen, M., W.K. 1987. The Impact of Pesantren in Education and Community Development in Indonesia. P3M and Technical University Berlin

Pohl, F. 2006.Islamic Education and Civil Society: Reflection on the PesantrenTradition in Contemporary Indonesia. Comparative EducationReview.

Qomar, M. 1996.Pesantren:Dari Transformasi Metodologi menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta. Erlangga.

Raihani. 2002. Curriculum construction in the Indonesian Pesantren: A comparative case study of curriculum development in two pesantrens. Unpublished Theses: Melbourne University.

Suprayogo, I. 2007.Kiai dan Politik: Membaca Citra Politik Kiai. Malang. UIN-Malang Press.

Steenbrink, K. 1974.Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES.

Suparto. 2000.The Pesantren and Their Modernization: The Traditional Institutions for Islamic Studies and Their Cultural Preservation. School of Education: Flinders University Australia.

Woodward, M.R. 1989.Islam in Java: Normative Piety and Mysticism in the Sultanese of Yogyakarta.

Yunanto, S., et al. 2005.Islamic Education in South and South East Asia: Diversity, Problem and Strategy. Jakarta: The Ridep Institute.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v25i2.768

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by :