TRADISI PARUNRUNGI BAJU DAN ATTARASA PADA PROSES AKIL BALIG MASYARAKAT KONJO DI BULUKUMBA TIMUR

Khaerun Nisa'

Abstract


This study aims to determine the process of implementation the parunrungi baju and attarasa’s tradition in the Konjo community adult process, how is the existance of the parunrungi baju and attarasa’s tradition in the modern area, and how is the islamic perspective on the procession of tradition. The type of this research is qualitative descriptive research. Data sources are primary and secondary data. Researcher as a key instrument. Data collection methods are observation, deep interview and documentation. Parunrungi baju and attrarasa’s tradition is a traditional ceremony held by Konjo community in eastern Bulukumba, when  a child enters adulthood. The traditional still exists carried out by the community of Konjo until now, as a way to appreciate the ancestrals heritage. According to the islamic perpective on the procession of the traditional ceremonies, such as the presentation of offerings and flattening of teeth (attarasa) is considered contradictory to the existing rules in islam.

 


Keywords


Konjo Community, Attarasa, Parunrungi Baju, Islamic Perspective

Full Text:

PDF

References


Al-Qurthubi, S. 2006. Al-Jami’li Ahkamil Qur’an. Darul Kutubil Mishriyyah. Kairo: cetakan III.

Asrianti, D. 2017. Pemahaman Hadits Larangan Perempuan Mengikir Gigi. Bachelor’s thesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Pascasarjana Fakultas Ushuluddin, 2017.

Buhori, B. 2017. ISLAM DAN TRADISI LOKAL DI NUSANTARA (Telaah Kritis Terhadap Tradisi Pelet Betteng Pada Masyarakat Madura dalam Perspektif Hukum Islam). Al-Maslahah, 13(2), 229-246.

Dahri, H. 2009. Tabot: jejak cinta keluarga nabi di Bengkulu.Citra.

Darmapoetra, J. 2014. Kajang: pecinta kebersamaan dan pelestari alam. Aruus Timur.

Departemen Agama RI. 2015. Al-Qur’an Terjemahan. Bandung: CV Darus Sunnah.

Ismail Suardi Wekke. 2018. Islam dan Adat: Tinjauan Akulturasi Budaya dan Agama dalam Masyarakat Bugis. Analisis, XIII(1), 27–56.

Jati, W. R. 2013. Tradisi, Sunnah dan Bid’ah: Analisa Barzanji dalam Perspektif Cultural Studies. El-HARAKAH (TERAKREDITASI), 14(2), 226–242.

Johanes, M. 1994. Jangan Tangisi Tradisi. Yogyakarta: Kanisius.

Kardi, K. 2017. Makna Angngerang-ngerang dalam Pernikahan di Desa Gunturu Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba (Studi Kasus Semiotika). Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Lombard, D. 2008. Nusa Jawa: Silang Budaya (Jaringan Asia). In Le Carrefour Javanais.

Marzuki, M. A. 2006. Tradisi dan Budaya Masyarakat Jawa dalam Perspektif Islam. In Makalah dalam bentuk PDF. UNY Yogyakarta.

Poerwadarminta, W. J. S. 1976. Kamus Umum Bahasa. Jakarta: Balai Pustaka.

Shihab, M. Q. 1999. Fatwa-fatwa M.Quraish Shihab:Seputar Ibadah dan Muamalah. Bandung: Penerbit Mizan.

Shihab, Q. 2009. Tafsir Al-Misbah. HUNAFA: Jurnal Studia Islamika. Soerkanto, S., & Selo, S. 1969. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jajasan Penerbit Universitas Indonesia.

Sugiyono. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. In CV Alfabeta.

Syamsurijal, S. 2016. ISLAM PATUNTUNG: TEMU-TENGKAR ISLAM DAN TRADISI LOKAL DI TANAH TOA KAJANG. Al-Qalam. https://doi.org/10.31969/alq.v20i2.197Syarifuddin, S. 2014. KOMUNIKASI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT BERBASIS DIALEK BUDAYA LOKAL (Studi Kasus Proses Komunikasi Penunjang Pembangunan Berbasis Dialek Konjo pada Masyarakat di Tana Toa Kajang Kabupaten Bulukumba). Jurnal Studi Komunikasi Dan Media.

Wahid, A. 2001. Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan. Desantara.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v25i2.737

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by :