ANALISIS MAZHAB FIKIH DAN TEOLOGI MAJELIS ZIKIR DI GORONTALO

Kamaruddin Mustamin, Muhammad Gazali Rahman

Abstract


Keberadaan majelis zikir di suatu wilayah mendeskripsikan hadirnya spiritualitas baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Setiap individu maupun yang terlibat dalam majelis zikir merasakan dan mengalami keseragaman visi dan misi untuk ingin lebih dekat dan menyatu dengan Sang Khalik. Keseragaman tersebut juga terbingkai oleh unifikasi cara pandang terhadap kehidupan dan bagaimana cara menjalaninya serta bagaimana menghidupkan keseragaman praktik ibadah. Gorontalo menghadirkan suasana spiritualitas yang tampak dengan menjamurnya majelis zikir baik yang berafiliasi dengan tarekat muktabar tertentu maupun yang berciri khas lokalitas yang orisinal tanpa kubersambungan sanad dengan mazhab besar yang menjadi mayoritas di Nusantara. Rangkaian panjang islamisasi Nusantara mengambil pengaruh yang signifikan dalam memengaruhi fikih dan teologi majelis zikir di Gorontalo. Meskipun pada umumnya menganut mazhab Syafii dalam tataran fikih, terdapat praktik-praktik ibadah tertentu yang mengindikasikan perbedaan yang cukup mencolok dengan mazhab besar di Nusantara tersebut. Dalam hal teologi, terdapat cara pandang yang cukup signifikan perbedaannya dengan pemahaman teologi yang umumnya ditemukan pada Maturidiah dan Ahwal-al-Syakhshiyah Asy’ariah.

Keywords


fikih, teologi, majelis zikir.

Full Text:

PDF

References


‘Arabī, I. 2006. al-Futūḥāt al-Makkīyah. Bairut: Dār al-Kutub al-‘Ilmīyah.

Abdurrahman, M. 1985. ‘“Kesyahduan Sufi dalam Transformasi Sosial, Suatu Pengamatan Perkembangan Tarekat”’, Pesantren, II(3), p. 49.

Al-Gharāby, A. M. 1958. Tarikh al-Firāqul Islamiyah. Mesir: Maktabah wa Mathbaah Muhammad Ali Sabah Wa Auladuh.

Al-Ghazālī, A. H. M. 2006. Majmū’at Rasā’il al-Imām al-Ghazālī. Bairut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Al-Palimbānī, ‘Abd al-Ṣamad (no date a) Hidāyat al-Sālikīn. Jakarta: S. A. Al-‘Aidrusi.

Al-Palimbānī, ‘Abd al-Ṣamad (no date b) Sayr al-Sālikīn. Bairut: Dār al-Kutub al-‘Ilmīyah.

Al-Qushayrī (no date) al-Risālah al-Qushayrīyah. Kairo: al-Maktabat al-Risālah.

Azra, A. 1998. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-akar Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.

Bruinessen, M. Van. 1992. History and Growth of the Naqshabandiyah in Indonesia, terj. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Bandung: Mizan.

Idham. 2011. Fohutu Molalungo (Sinergitas Adat dan Syariat dalam Penyelenggaraan Acara Adat Pemakaman di Pohala'a Gorontalo dalam Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Volume 17, Nomor 2 Juli-Desember 2011, hal. 240-250.

Jamil, M. M. 2005. Tarekat dan Dinamika Sosial Politik Tafsir Sosial Sufi Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

.Muljana, S. 2009. Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara. Yogyakarta: LKiS.

| Jurnal “Al-Qalam” Volume 25 Nomor 1 Juni 2019

Nasution, H. 1972. Teologi Islam; Aliran-aliran Sejarah, Analisis Perbandingan. Jakarta: UI-Press.

Rahman, J. 1992. Konsep Perbuatan Manusia Menurut Al-Qur’ān: Suatu Kajian Tafsir Tematik. Jakarta: Bulan Bintang.

Simuh. 1998. Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawasita: Suatu Studi terhadap Serat Wirid Hidayat Jati. Jakarta: UI-Press.

Susetya, W. 2007. Kontroversi Ajaran Kebatinan. Yogyakarta: Narasi.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v25i1.730

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :