RITUAL BERANGKAT HAJI MASYARAKAT MUSLIM GORONTALO

Muhammad Irfan Syuhudi

Abstract


Salah satu Rukun Islam adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, Mekkah. Meski begitu, ibadah haji merupakan kewajiban bagi orang-orang Islam yang dianggap mampu melaksanakannya. Dalam tradisi masyarakat Islam di Indonesia, sebagian besar masyarakat masih melaksanakan serangkaian ritual sebelum melaksanakan ibadah haji. Ritual haji tersebut bahkan dijadikan tradisi oleh calon jamaah haji beserta keluarga, seperti yang terlihat pada masyarakat Gorontalo berupa ritual “Baca Doa”, yang di dalamnya mencakup Salawati (Selawat Nabi Muhammad SAW), Barzanji, Tadarusan (mengaji Al-Quran), dan Zikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual “Baca Doa” calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci, dan gelar haji dikaitkan dengan konteks sosial pada masyarakat di Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yang menyajikan data-data secara deskriptif, sedangkan penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive). Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penelusuran data sekunder terkait konteks tulisan. Hasil penelitian menunjukkan, ritual haji “Baca Doa” pada masyarakat Gorontalo terbagi ke dalam tiga tahap, yaitu sebelum berangkat haji, saat jamaah berada di Tanah Suci, dan penjemputan jamaah oleh keluarga. Ritual “Baca Doa” dimaksudkan untuk memperoleh kemudahan, keselamatan, kesehatan sejak calon jamaah haji meninggalkan rumah hingga pulang ke rumah, serta menjadi Haji Mabrur. Selain “Baca Doa”, ada juga ritual yang dinamakan “pembersihan diri”, yang dimaknai sebagai refleksi diri, bahwa orang yang merencanakan melaksanakan haji sebaiknya memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah, karena mereka akan menuju ke tempat yang disucikan Allah. Gelar haji bagi orang Gorontalo dapat juga menaikkan status sosial mereka di lingkungan sosialnya. Seorang haji memperoleh keistimewaan saat menghadiri upacara sosial dan upacara siklus hidup.

Keywords


haji, ritual haji, baca doa, status sosial, Gorontalo

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Kadir. 2013. “Haji Bontonompo Kabupaten Gowa: Tinjauan Ekonomi Sosial.” Al-Qalam 19 (2).

Al-Kumayi, Sulaiman. 2011. Islam Bubuhan Kumai. Perspektif Varian Awam, Nahu, dan Hakekat. Jakarta: Kementerian Agama RI Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Kehidupan.

Apriyanto, Joni. 2012. Sejarah Gorontalo Modern, dari Hegemoni Kolonial ke Provinsi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

BPS Kota Gorontalo. 2015. Kota Gorontalo dalam Angka 2015. Gorontalo: BPS Kota Gorontalo.

Bustanuddin, Agus. 2007. Agama dalam Kehidupan Manusia. Jakarta: Raja Grafindo.

Djamari. 1993. Agama Dalam Perspektif Sosiologi. Bandung: Alfabeta.

Durkheim, Emile. 1992. Sejarah Agama; The Elementary Forms of The Religious Life. New York: New York: Free Press.

———. 2003. Sejarah Agama. Edited by Inyiak Ridhwan Muzir. Yogyakarta: Ircisod.

Endraswara, Suwardi. 2006. Metode Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ritual Berangkat Haji Masyarakat Muslim Gorontalo – Muhammad Irfan Syuhudi | 13

Farida, Anik. 1999. “Haji dalam Stratifikasi Sosial Masyarakat Betawi Pedagang di Kelurahan Jombang, Jakarta Selatan.” Penamas 33 (XII).

Hamid, Abu. 1982. “Selayang Pandang Uraian Tentang Islam dan Kebudayaan Orang Bugis-Makassar.” In Bugis-Makassar dalam Peta Islamisasi Indonesia, edited by Andi Rasdiyanah. Ujung Pandang: IAIN Alauddin.

Hardiyanta, Petrus Sunu. 1997. Disiplin Tubuh Bengkel Individu Modern. Yogyakarta: LKiS.

Hasanuddin dan Amin, Basri. 2012. Gorontalo dalam Dinamika Sejarah Masa Kolonial. Yogyakarta: Ombak.

Idris, Syarifuddin. 2017. “Konstruksi Ritual Ibadah pada Masyarakat Sekitar Gunung Bawakaraeng Kab. Gowa.” Al-Qalam 23 (2).

Koentjaraningrat. 1985. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.

Maarif, Zainul. 2017. “Kapitalisasi Haji dan Umroh.” Syiarnusantara.Id. 2017.

Madani, Malik. 1984. “Citra Status Sosial Para Haji di Kalangan Masyarakat Pedesaan Madura.” Jurnal Al Jamiah 8.

Moleong J, Lexi. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda Karya.

Saputra, Ali. 2017. “Laporan Penelitian Menguatnya Politik Identitas dan Problem Kerukunan Beragama di Manokwari.” Makassar.

Subair. 2015. “Ulama Kharismatik KH. Hamrain Kau Anugrah Atas Ilmu dan Amalnya.” Al-Qalam 21 (1).

Suprayogo, Imam. 2001. Metode Penelitian Sosial Agama. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Syamsurijal. 2016. “Laporan Penelitian Bangkitnya Suara-Suara Yang di Bungkam; Politik Identitas dan Babak Baru Toleransi Beragama di Kaltim.” Makassar.

Syuhudi, Muhammad Irfan. 2016. “Geliat Politik Identitas di Kota Manado.” Harmoni 15 (2): 56–66.

Wattimena, Reza A.A. 2012. “Berpikir Kritis Bersama Pierre Bourdieu Filsuf dan Sosiolog Asal Prancis.” Rumah Filsafat. 2012.https://rumahfilsafat.com/2012/04/14/ sosiologi-kritis-dan-sosiologi-reflektif-pemikiran-pierre-bourdieu/

Winangun, Y.W. Wartajaya. 1990. Masyarakat Bebas Struktur, Liminitas dan Komunitas Menurut Victor Turner. Yogyakarta: Kanisius.

Zainal, Asliah. 2014. “Sakral Dan Profan Dalam Ritual Life Cycle : Memperbincangkan Fungsionalisme Emile Durkheim.” Al Izzah 9 (1): 61–71.

Zainuddin, M. 2002. “Laporan Penelitian Fenomena Haji di Kalangan Petani Santri di Gondanglegi.” Malang.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v25i1.726

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :