MITOS SANGBIDANG: RASIONALISASI DALAM SASTRA LISAN TORAJA

mustafa mustafa mustafa

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kearifan-kearifan lokal yang terdapat dalam mitos Sangbidang. Mitos Sangbidang adalah salah satu bentuk sastra lisan Toraja yang hingga kini masih dihayati oleh masyarakat berlatar belakang bahasa dan budaya Toraja yang berfungsi sebagai alat perekat hubungan antar individu dan sumber hukum serta peraturan yang mampu mengetuk hati, pikiran dan memerintahkan orang untuk berlaku jujur, berperilaku sopan santun, tahu adat istiadat, dan tata krama dalam hidup bermasyarakat. Tulisan ini menggambarkan kearifan lokal budaya Toraja yang hingga kini masih terpelihara dan masih terjaga dengan baik dalam masyarakat Toraja. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini menggunakan dua teori yaitu, pendekatan sosiologi sastra. Metode dan teknik yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif, yaitu memaparkan sebagaimana adanya. Pengumpulan data, digunakan teknik pencatatan, wawancara, perekaman, dan studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mitos Sangbidang dapat mengandung kearifan lokal tentang kejujuran. Rsionalisasi mitos Sangbidang berisi landasan pokok dalam menjalin hubungan antar sesama, keteguhan, memberikan gambaran dari tingkah laku sehari-hari seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi, tegas, tangguh, setia pada keyakinan, dan taat asas.

Keywords


mitos. sastra lisan, kearifan lokal

Full Text:

PDF

References


Anonim. Datu Lumuran Cerita Rakyat Sulawesi Selatan (diceritakan kembali oleh Nurlina Arisnawati. 2007). Jakarta: Pusat Bahasa.

Alwi, H., & Sugono, D. (2011). Politik Bahasa. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Efendi, Chairil. 1995. Citra Wnita dalam Sastra NusantaraKalimantan Barat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

https://id.wikipedia.org/wiki/Mitos diakses 16 Juli 2018

Marihandono, D. (2015). Memanfaatkan Karya Sastra Sebagai Sumber Sejarah. In Stella Rose (Ed.), Prosiding Sastra dan Solidaritas Bangsa (pp. 81-91). Ambon: Kantor Bahasa Maluku.

Pradopo, R. D. (2003). Prinsip-prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rasyid, Abd. 2016. Aspek Humanisme dalam Cerita Datu Museng dan Maipa Deapat (Dalam Bunga Rampai Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Nomor 3, Juni 2016 ISSN 1412-3517).

Ratna, Nyoman Kutha. 2006. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: Dari Strukturalisme Hingga Postrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subroto, Edi. 2007. Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press).

Teeuw, A. 1991. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.

Wellek, R., & Warren, A. (1990). Teori Kesusastraan. Diindonesiakan oleh Melani Budianta dari Buku Theory of Literature. Jakarta: Gramedia.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v24i2.475

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :