PRAKTIK LITERASI BERBASIS ‘MADRASAH RISET’: PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI DI MANSA YOGYAKARTA

Agus Iswanto

Abstract


Literasi menjadi istilah yang diperbincangkan seiring dengan beberapa hasil riset yang menunjukkan bahwa tingkat literasi Indonesia rendah. Hal ini mendorong Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah. Namun, penelitian tentang praktik literasi yang dilakukan di sekolah atau madrasah belum banyak dilakukan. Penelitian ini menggali praktik literasi di Madrasah Aliyah Negeri 1 (Mansa) Yogyakarta sebagai sebuah upaya untuk melihat bagaimana gerakan literasi dilaksanakan di lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Penelitian ini menggunakan konsep praktik literasi dan tahapan gerakan literasi sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik literasi di madrasah tidak sepenuhnya mengikuti tahapan atau pandauan yang dibuat oleh Gerakan Literasi Sekolah. Ada kekhasan dan kreatifitas, seperti literasi keagamaan yang menonjol, yakni melalui literasi kitab suci. Praktik literasi di Mansa Yogyakarta berbasis pada visi madrasah sebagai madrasah riset, sehingga peristiwa literasi yang dilakukan adalah yang terkait dengan riset. Praktik literasi di madrasah ini sangat didukung oleh sarana perpustakaan, karena itu perpustakaan menjadi faktor yang mendukung praktik literasi yang berbasiskan aktivitas riset. Namun, tidak semua mata pelajaran menerapkan konsep literasi berbasiskan riset ini, karena alasan keterbatasan waktu belajar dan beban kurikulum yang banyak. 


Keywords


Praktik literasi, madrasah riset, gerakan literasi sekolah, perpustakaan

Full Text:

PDF

References


Antoro, Billy. 2017. Gerakan Literasi Sekolah: Dari Pucuk Hingga Akar, Sebuah Refleksi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Clark, Christina, Kate Rumbold. 2006. Reading for Pleasure. London: National Literacy Trust.

Dewayani, Sofie, Pratiwi Retnaningdyah. 2017. Suara dari Marjin: Literasi sebagai Praktik Sosial. Bandung: PT. Remaja Rosa Karya.

Dewayani, Sofie. “Peran Perpustakaan Sekolah dalam Gerakan Literasi Sekolah.” Makalah dipresentasikan dalam Konfrensi Perpustakaan Sekolah Indonesia ke-2, Yogyakarta, 25 November 2016.

____. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta: Kanisus.

Hasbullah, HM. 2015. Kebijakan Pendidikan dalam Perspektif Teori, Aplikasi, dan Kondisi Objektif Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.

Haycock, Ken. 1995. “Research in Teacher—Librarianship and The Institutionalization of Change.” Dalam Selected Papers from The Annual Conference of the International Association of School Libarianship, 23rd , Pittsburgh, Pennyslavania, July 17-22 1994.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2014. Rencana Pembangunan Jangka Menangah Nasional 2015-2019. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Kirsch, Irwin S, Ann Jungeblut. 1993. Literacy: Profile of America’s Young Adults. Princeton: Educational Testing Service.

Moore, Diane L. 2015. Diminishing Religious Literacy: Methodological Assumpstions and Analytical Frameworks for Promoting the Public Understanding of Religion. Dalam Adam Dinham dan Matthew Francis (eds). Religious Literacy in Policy and Practice. Bristol dan Chicago: Policy Press. h. 27-38.

Nugroho, Riant. 2013. Metode Penelitian Kebijakan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Prothero, Stephen, Lauren R. Kerby. 2015. The Irony of Religious Illiteracy in the USA. Dalam Dalam Adam Dinham dan Matthew Francis (eds). Religious Literacy in Policy and Practice. Bristol dan Chicago: Policy Press. h. 55-76.

Prothero, Stephen. 2008. Religious Literacy: What Every American Needs to Know—and Doesn’t. New York: HarperCollins Publishers.

Saeed, Abdullah. Pengantar Studi Al-Qur’an. Diterjemahkan oleh Shulkhan dan Sahiron Syamsuddin. Yogyakarta: Baitul Hikmah Press.

Stake, Robert. 2009. Studi Kasus. Dalam Denzin, Norman K dan Yvonna S. Lincoln (eds). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sutrianto, dkk. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

UNESCO. 2004. The Plurality of Literacy and Its Implications for Policies and Programmes. Paris: The United Nations of Educational, Scientific and Cultural Organization.

UNESCO. 2005. Education for All: Literacy for Life. Paris: The United Nations of Educational, Scientific and Cultural Organization.

Wiedarti, Pangesti, dkk. 2016. Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Yin, Robert T. 1997. Studi Kasus (Desain dan Metode). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Internet

“Literasi.” Diunduh pada 13 Agustus 2017 dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Literasi.

“Literate.” Diunduh pada 13 Agustus 2017 dari https://www.merriam-webster.com/dictionary/literate.

“Literate.” Diunduh pada 13 Agustus 2017 dari http://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/literate.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v24i2.468

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :