DISKURSUS ISLAM DAN KARAKTER POLITIK NEGARA DI KESULTANAN BIMA

Muslimin AR Effendy

Abstract


Seiring dengan berlangsungnya proses islamisasi di sebagian besar kerajaan di Pulau Sumbawa pada awal ke-17, maka muncul gagasan politik baru dari para penguasa negara untuk mengintegrasikan tradisi Islam agar mereka dipandang sebagai “bagian dari dunia Islam” (dar-al Islam). Modus integrasi dan klaim sebagai negara yang berbasis pada ideologi Islam ini mendorong para raja bertindak lebih ambisius lewat kebijakan politik kenegaraan yang ofensif. Selama proses “pengislaman” ini berlangsung, terjadi pula aktivitas perdagangan, politik dan budaya yang sejak awal  memang menjadi bagian dari sistem kekuasaan kerajaan. Di abad ke-17 Islam di Pulau Sumbawa mengalami perkembangan sangat berarti. Kerajaan-kerajaan seperti Bima, Dompu, Sumbawa, Tambora, Sanggar, dan Pekat tumbuh dan bersaing menjadi negara baru. Bima dan Sumbawa misalnya, sering mengklaim dirinya sebagai pusat kekuasaan yang kemudian menjadi basis perkembangan intelektual dan budaya muslim di Nusa Tenggara. 


Keywords


Sejarah, Islam, karakter, politik, negara

Full Text:

PDF

References


Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Kerajaan Bima No. Inv. 28 ; “Majelis Sjoera’ Keradjaan Bima 1941”.

Arsip Kerajaan Bima No. Inv. 28; “Peraturan Kewajiban Galllarang-gallarang Kepala Dalam Daerah Kerajaan Bima”.

Arsip Yayasan Museum Samparaja Bima (YMSB); “Beslit No. 76 tanggal (Raba-Bima), 19 Nigatsu 2605 [19 Pebruari 1945], Pemerintah Keradjaan Bima”, box 5.

Arsip Yayasan Museum Samparaja Bima. “Soesoenan doedoek segala pangkat Adat dalam Astana di Keradjaan Bima”, box 5.

Abdullah, Abdul Gani. 2004. Peradilan Agama dalam Pemerintahan Islam di Kesultanan Bima (1947-1957). Mataram: Lengge.

Abdullah, L. Massir Q. 1981/1982. Bo: Suatu Himpunan Catatan Kuno Daerah Bima. (Mataram: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-Proyek Pengembangan Permuseuman Nusa Tenggara Barat.

Abdullah, Taufik. 1987. “Dari Sejarah Lokal Ke Kesadaran Nasional: Beberapa Problematik Metodologis”, T. Ibrahim Alfian, H.J. Koesoemanto, Dharmono Hardjowidjono, Djoko Suryo (ed.), Dari Babad dan Hikayat Sampai Sejarah Kritis. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press.

Ahmad, Abdullah. 1992. Kerajaan Bima dan Keberadaannya Jilid 1 dan 2. Naskah, Bima: tp.

Asshddiqie, Jimly. 1995. Islam dan Kedaulatan Rakyat. Jakarta: Gema Insani Press.

Azra, Azyumardi dan Jajat Burhanudin. 2015. “Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia: Institusi dan Gerakan”, dalam Azyumardi Azra, Jajat Burhanuddin dan Taufik Abdullah (editor jilid 3). Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3. Institusi dan Gerakan. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Burhanuddin, Jajat. 2012. Ulama dn Kekuasaan. Pergumulan Elite Muslim Dalam Sejarah Indonesia. Bandung: Mizan, Diterjemahkan dari Islamic Knowledge, Authority and Political Power: The Ulama in Colonial Indonesia.oleh Testriono, Olman Dahuri, Irsyad Rhafsadi.

Damste, H.T. 1941. “Islam en Sirihpuan te Bima (Sumbawa), Atjehsche Invloeden”?, dalam Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde van Nederlandsch-Indie (BKI), Deel 100. Uitgegeven Door het Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indie.

Departemen Agama RI. 1984. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama RI.

Doeff, H. 1913. “Nieuw Leven”, dalam Koloniaal Tijdschrift (KT), 2. Uitgegeven door de Vereenigng van Ambtenaren bij het Binnenlandsch Bestuur in Nedelandsch-Indië. Tweede Jaargang eerste Halfjaar.

Fathurahman, Oman. 2010. “Pengantar: Jawharat al-ma’ãrif Mempertegas Identitas Kesultanan Islam Melayu”, dalam Henri Chambert-Loir, Massir Q. Abdullah, Suryadi, Oman Fathuraahman, H. Sitti Maryam Salahuddin, Iman dan Diplomasi. Serpihan Sejarah Kerajaan Bima. Jakarta: KPG-EFEO-Dirjen Sejarah dan Purbakala Kemeneg Budpar.

Geldern, Robert Heine. 1982. Konsepsi Tentang Negara dan Kedudukan Raja di Asia Tenggara. Jakarta: Rajawali.

Hasjmy, A. 1984.Di Mana Letaknya Negara Islam?. Surabaya: Bina Ilmu.

Hitchcock, Michael. 1987. “The Bimanese Kris: Aesthetics and Social Value”, special edition Anthropologica XXIX, dalam BKI, Deel 143. 1e Aflevering, Foris Publications Holland/USA.

Iskandar, Teuku. 1970. Kamus Dewan. Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pelajaran Malaysia, Kulalumpur.

Kamaruddin, H.D. Mangemba, P. Parawansa, dan M. Mappaseleng. 1985/1986. Lontarak Bilang Raja Gowa dan Tallok (Naskah Makassar). Ujung Pandang: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sulawesi Selatan La Galigo Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Loir, Henri Chambert dan Siti Mariam R. Salahuddin (peny.). 1999. Bo Sangaji Kai. Catatan Kerajaan Bima. Jakarta: EFEO-Yayasan Obor Indonesia.

Noorduyn, J. 1987. “Makassar and the Islamization of Bima”, dalam Bijdragen tot de Taal- Land en Volkenkunde van Nederlandsch Indie (BKI), Jilid 143.

Patunru, Abdurrazak Daeng. 1967. Sejarah Gowa. Makassar: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Pellat, B. Lewis, Ch. and J. Schacht (ed). 1983. The Encyclopaedia of Islam. Vol. II C-G. New Edition. Leiden: E.J. Brill.

Sewang, Ahmad M. 2005. Islamisasi Kerajaan Gowa Abad XVI sampai Abad XVII. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Spruyt, Hendrik. 1996. The Sovereign State and its Competitors : An Analysis of Systems Change. New Jersey: Princenton University Press.

Suryadi. 2010. “Sepuluh Surat Sultan Bima Abdul Hamid Muhammad Syah Kepada Kompeni Belanda”, dalam Henri Chambert-Loir, Massir Q. Abdullah, Suryadi, Oman Fathuraahman, H. Sitti Maryam Salahuddin, Iman dan Diplomasi. Serpihan Sejarah Kerajaan Bima. Jakarta: KPG-EFEO-Dirjen Sejarah dan Purbakala Kemenbudpar.

Syamsuddin, Helius (Penyunting). 1993. Bo Mbojo: Historiografi Tradisional Bima (Kronik Bima) Abad ke-17-19. Edisi pertama. Bandung: tp.

Syamsuddin, Helius. 1995. “Pertanggungjawaban (rationale) Pemilihan Hari Jadi/Ulang Tahun Daerah Bima Tanggal 5 Juli 1640 M [15 Rabiul Awal 1050 H]”, Makalah pada Seminar Hari Jadi Bima, 17 Juli 1995.

Syamsuddin, Helius. 2008. “Perubahan Politik dan Sosial di Pulau Sumbawa: Kesultanan Sumbawa dan Kesultanan Bima (1815-1950)”, Nana Supriatna dan Erlina Wiyanarti (editor), Sejarah Dalam Keberagaman. Penghormatan Kepada Prof. Helius Sjamsuddin, MA, Ph.D. Bandung: Penerbit Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia.

Tajib, Abdullah. 1995. Sejarah Bima Dana Mbojo. Jakarta: PT. Harapan Masa PGRI.

Wehr, Hans. May 1980. A Dictionary of Modern Written Arabic. Arabic-English. Edited by J. Milton Cowan. Buchdruckerei Hubert and co. Göttingen, reprinted by Librairie du Liban.

Zuhdi, Susanto. 2010. Sejarah Buton yang Terabaikan. Labu Rope Labu Wana. Jakarta: Raja Grafindo Persada.




DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v23i2.429

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by:

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Office

  

address icon red

 Jalan Andi Pangeran Pettarani, District Makassar, No 72, Pos Code: 90222, Gedung Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, City Sulawesi Selatan, Indonesia  
  jurnalalqalam@kemenag.go.id 
  http://jurnalalqalam.or.id/index.php/Alqalam 
  Phone: +62 81356100100
Fax: +62 411452982
 
 

Indexed by :

        

  

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats