FENOMENA PERCERAIAN PADA MASYARAKAT MUSLIM DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH

Paisal Umar

Abstract


Penelitian ini dilatari oleh makin signifikannya peningkatan angka perceraian setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya peningkatan perceraian pada masyarakat muslim di Kota Palu dan untuk mengetahui upaya meminimalisir perceraian pada masyarakat muslim di perkotaan Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan tiga metode, yaitu wawancara mendalam, observasi lapangan digunakan untuk mengamati fenomena perceraian yang terjadi di lokasi penelitian, dan pemanfaatan dokumen tertulis untuk melengkapi dan sekaligus mengkonfirmasi data yang didapatkan. Adapun informan dalam penelitian ini adalah; Pengadilan Agama Kota Setempat, Pejabat terkait di lingkungan Kementerian Agama baik provinsi ataupun Kota, Badan Penasihatan Perkawinan Perselisihan Dan Perceraian (BP4), tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta masyarakat yang bercerai maupun yang batal bercerai karena ishlah atau mediasi. Penelitian ini menemukan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan di Kota Palu dalam beberapa tahun terakhir. Cerai gugat sangat dominan dibandingkan dengan permohonan talak yang diajukan pihak suami. Fenomena makin meningkatnya perceraian dominan disebabkan oleh faktor ketidakharmonisan, tiada tanggung jawab, selingkuh, KDRT fisik/psikis, krisis akhlak dan faktor ekonomi. Belum ada upaya terpadu dan efektif untuk menekan terjadinya perceraian, di jajaran Kemenag umumnya hanya proses pembinaan pra pernikahan yang telah terlaksana dengan baik, meski disadari pola penasehatan dan pembinaan yang dilaksanakan juga belum maksimal dalam mencegah terjadinya kehancuran sebuah lembaga perkawinan.


Full Text:

PDF

References


Antara News Online. 227 Perkara Cerai di Mamuju Didominasi Perselingkuhan. Diakses 07 Januari 2016

Antara News Online. Ada 212 Ribu Perceraian Setiap Tahunnya. Diakses 07 Januari 2016

Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Pusat. AD/ART Hasil Musyawarah Nasional BP4 2014. Jakarta. 2014

Darmawati. 2015. “Optimalisasi Mediasi terhadap Perceraian Faktor Ekonomi (Studi Kasus di Pengadilan Agama Kelas 1A Makassar)” Disertasi Pascasarjana UIN Makassar.

Dariyo, Agoes. 2004. Jurnal Psikologi Vol. 2. No 2. Desember 2004. Halaman 94-100. “Memahami psikologi perceraian dalamKehidupan keluarga”. Jakarta

Depag RI, Inpres Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (Direktorat Jenderal Pengembangan Kelembagaan Agama Islam).

Departemen Pendidikan Nasional. 2002 Kamus Besar Bahasa Indonesia. edisi keempat, Cet. IV; Jakarta: Balai Pustaka.

Goode, William J. 2003. Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bina Aksara.

JPNN.com Online. 75 Persen Perceraian Bermula dari Gugatan Istri. Diakses 07 Januari 2016

Kaltim Post Online. Gara-gara PHK, Perceraian di Kaltim Hampir 8 Ribu Kasus. Diakses 07 Januari 2016

Karim, Erna. 1999. Pendekatan Perceraian dari Perspektif Sosiologi, dalam T. O. Ihromi, Sosiologi Keluarga; Sebuah Bunga Rampai. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Kustini dan Nur Rofiah. 2015. Jurnal Harmoni Volume 14 Nomor 2 tahun 2015. Halaman 122-137. “Gugatan Perempuan atas Makna Perkawinan Studi tentang Cerai-Gugat di Kota Pekalongan”. Jakarta.

Kompasiana, Honny Maitimu. 17 Mei 2010. http://www.kompasiana.com/honny/tiga-faktor-utama-penyebab-perceraian_54ffc1eba33311d96450fabb diakses tanggal 07 Januari 2015

Nicholas Abercrombie, dkk. 2010. Kamus Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Puslitbang Kehidupan Keagamaan. 2015. Tren Cerai Gugat Masyarakat Muslim Indonesia. Hasil Penelitian. Jakarta.

Republika Online. Perceraian Meningkat Keluarga Miskin Meroket. Diakses 07 Januari 2016

Republika Online. Angka Perceraian di Daerah Meningkat. Diakses 07 Januari 2016

Radar Sulteng Online. 2014 Banyak Istri yang Minta Cerai. Diakses 07 Januari 2016

Sahlan, Muhammad. 2012. Jurnal Substantia; Vol 14, No 1 tahun 2012, halaman 88-97. “Pengamatan Sosiologis Tentang Perceraian di Aceh”. Banda Aceh.

Shihab, M. Quraish. 2007. Ensiklopedia al-Qur’an Kajian Kosa Kata. Vol. I, Cet. 1, Jakarta: Lentera Hati.

Soekanto, Soerjono. 1993. Kamus Sosiologi; Edisi Baru. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar, edisi baru-40. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 Tentang Pencatatan Nikah, Nikah, Talak Dan Rujuk

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

Kaltim Post Online, Gara-gara PHK, Perceraian di Kaltim hamper 8 ribu kasus, diakses 07 Januari 2016

Majid, Abdul, at all,2006, Perkembangan Islam di Kalimantan Timur; Perspektif sejarah, cet I, Jakarta, Pustaka mapan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

AL-QALAM Indexed by:

Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) Google Scholar

 

Copyright of Al-Qalam (e-ISSN 2540-895X p-ISSN 0854-1221). Powered by OJS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats