KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM ERA MODERN

Husain Hamka

Abstract


Perempuan dalam era modern ini sudah menjalani fungsi yang signifikan di ruang publik. Mereka
tidak lagi terkungkung dalam ruang domestik. Bahkan banyak diantaranya telah menjadi pemimpin
di komunitas, oirganisasi tertentu bahkan menjadi pemimpin negara. Meski demikian tak jarang
perempuan masih diposisikan sebagai makhluk kedua (the second sex). Kenyataan ini nampak masih
muncul dalam konteks keagamaan. Misalnya dalam kepemimpinan Islam mereka diposisikan sebaiknya
tidak menempati jabatan tertinggi. Perempuan tetap di anggap tidak memiliki karakter laki-laki seperti
pemberani dan kuat yang di anggap sebagai potensi untuk menjadi pemimpin. Tulisan ini akan mencoba
mengurai persoalan kepemimpinan perempuan dengan menggunakan analisis sosiologi agama dan
hasilnya agama dalam hal ini Islam memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan untuk berkiprah
dalam berbagai hal.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v19i1.222

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Office

  

address icon red

 Jalan Andi Pangeran Pettarani, District Makassar, No 72, Pos Code: 90222, Gedung Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, City Sulawesi Selatan, Indonesia  
  jurnalalqalam@kemenag.go.id 
  http://jurnalalqalam.or.id/index.php/Alqalam 
  Phone: +62 81356100100
Fax: +62 411452982
 
 

Indexed by :

        

  

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats