ARSYAD MADDAPUNGAN: PUANG PANRITA PENCETAK PARA PANRITA

Syarifuddin Amir

Abstract


Penelitian ini membahas tentang biografi Arsyad Maddappungan sebagai ulama yang mengembangkan
tradisi mangngaji kitta’ di Campalagian Polman dengan metode mangngolo atau sorogan. Dalam tradisi
NU, penguasaan kitab kuning merupakan syarat utama keulamaan seseorang. Lewat mangngaji kitta’
(pengajian kitab kuning), Arsyad Maddapungan ulama dari Belokka Sidrap mengkader ulama-ulama
yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Barat. Selanjutnya, mereka inilah melanjutkan tradisi
mangangji kitta’ tersebut. Tradisi mangngaji kitta’ hingga kini masih lestari di Campalagian. Sistem
pembelajaran ini terbukti menghasilkan qari-qari kutub turast yang mampu menguasai qaidahqaidah
Bahasa Arab dan memahami isi kitab kuning. Salah satu ciri khas pengajian ini yaitu dimulai
dengan penguasaan kaidah saraf dengan menggunakan saraf galappo dilanjutkan dengan penguasaan
kaidah-kaidah nahwu. Penguasaan kedua cabang ilmu bahasa Arab ini menjadi prioritas utama dalam
pembelajaran kitab kuning karena merupakan dasar utama bagi santri dalam menguasai dan memahami
kitab kuning.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v20i1.182

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Office

  

address icon red

 Jalan Andi Pangeran Pettarani, District Makassar, No 72, Pos Code: 90222, Gedung Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, City Sulawesi Selatan, Indonesia  
  jurnalalqalam@kemenag.go.id 
  http://jurnalalqalam.or.id/index.php/Alqalam 
  Phone: +62 81356100100
Fax: +62 411452982
 
 

Indexed by :

        

  

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats