HAJI DI BONTONOMPO KABUPATEN GOWA TINJAUAN SOSIAL EKONOMI

Abd. Kadir Ahmad

Abstract


Di Sulawesi Selatan, studi aspek sosial dan ekonomi haji belum pernah dilakukan, padahal berhaji
bukan hanya meliputi aspek keagamaan akan tetapi juga kedua aspek tersebut. Pertanyaan yang ingin
dijawab adalah bagaimanakah haji mengekspresikan diri melalui status dan peran-peran sosial pada
masyarakat dan sumber-sumber ekonomi apa yang dimiliki para haji untuk dapat dipahami sebagai
orang mampu (istitha’)? Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui status dan peran sosial dan latar
belakang ekonomi sebagai akibat dari kehajian pada masyarakat pedesaan. Konsep yang digunakan
adalah modal sumberdaya manusia, modal sosial, dan modal ekonomi dari Fukuyama, dan teori
hubungan keberagamaan dan etosekonomi dari Max Weber. Dengan metode wawancara, angket dan
dokumentasi, ditemukan para haji di Bontonompo memiliki modal sumber daya manusia yang lebih
baik di atas rata-rata penduduk setempat dilihat dari aspek latar belakang pendidikan dan pekerjaan.
Dari segi ekonomi para haji memiliki sumberdaya ekonomi yang jamak, selain pendapatan dari status
PNS, mereka juga memiliki sejumlah areal lahan, perusahaan batu bata, perdagangan, dan ternak, baik
secara sendiri-sendiri maupun akumulatif. Sumber daya sosial menunjukkan haji cenderung dipercaya
untuk menempati posisi-posisi publik dan privat di berbagai bidang yang ada di pedesaan.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v19i2.153

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Office

  

address icon red

 Jalan Andi Pangeran Pettarani, District Makassar, No 72, Pos Code: 90222, Gedung Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, City Sulawesi Selatan, Indonesia  
  jurnalalqalam@kemenag.go.id 
  http://jurnalalqalam.or.id/index.php/Alqalam 
  Phone: +62 81356100100
Fax: +62 411452982
 
 

Indexed by :

        

  

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats