ALIRAN “BERMASALAH” DALAM LANSKAP NALAR PUBLIK: Respon Masyarakat Kota Samarinda Terhadap Aliran Bermasalah

Muhammad Rais

Abstract


Penelitian dengan genre kebijakan ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan respon publik
terhadap aliran keagamaan yang ditengarai, bahkan sebagian telah divonis, sebagai sempalan dan sesat.
Salah satu alibi yang dijadikan sebagai pijakan argumentasi (illat hukm) keluarnya regulasi terkait
penanganan mereka adalah reaksi, dan resistensi masyarakat yang potensial mengganggu stabilitas
sosial. Dengan memanfaatkan metode survey, melalui instrumen utama berupa 100 kuesioner dalam
proses penjaringan data primer, ditemukan respon publik yang mengindikasikan respon evaluative yang
cenderung masif negatif terkait keberadaan aliran bermasalah. Secara kognitif, responden dominan tahu
tentang eksistensi aliran sempalan di Indonesia, bahkan yang eksis di lingkungannya sendiri, mereka juga
sepakat divonis sesat. Namun mekanisme penanganan yang tepat, kalangan responden lebih memilih
jalur hukum, termasuk setuju dengan regulasi yang dibuat pemerintah, dalam konteks Kota Samarinda,
pembekuan aktivitas Ahmadiyah ditetapkan dengan Surat Keputusan Walikota berdasarkan rekomendasi
MUI setempat, paralel dengan respon dan aspirasi publik. Dengan demikian, nalar elite bersesuaian
dengan nalar publik.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31969/alq.v19i1.149

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Office

  

address icon red

 Jalan Andi Pangeran Pettarani, District Makassar, No 72, Pos Code: 90222, Gedung Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, City Sulawesi Selatan, Indonesia  
  jurnalalqalam@kemenag.go.id 
  http://jurnalalqalam.or.id/index.php/Alqalam 
  Phone: +62 81356100100
Fax: +62 411452982
 
 

Indexed by :

        

  

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats